Rahasia Warna Putih Pada Grand Slam Wimbledon

Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Putih menjadi warna wajib pada grand slam Wimbledon.

Karena itu, kostum lapangan semua pemain harus serbaputih. Baju, celana, sepatu, kaus kaki, wristband, headband, hingga pakaian dalam. Pasangan ganda putra junior, Zsombor Piros dan Wu Yibing, dipaksa ganti oleh wasit gara-gara celana dalam mereka berwarna hitam.

Awalnya, Piros dan Yibing bersiap menjalani pertandingan melawan Sebastian Korda/Nicolas Mejia. Mereka duduk santai di bench sambil menunggu waktu pemanasan. Tiba-tiba, wasit menghampiri mereka. Dia lalu berkomunikasi lewat walkie talkie. Sesaat kemudian, seorang petugas masuk lapangan sambil membawa sepasang celana dalam. Semuanya putih.

’’Mereka diminta ganti karena warna celana dalam mereka ’tembus’. Kelihatan kalau warnanya hitam. Petugas langsung menyiapkan ganti,’’ ucap salah seorang pengawas pertandingan sebagaimana dikutip Independent (jangan tanya berapa jumlah celana dalam atau bra putih yang disiapkan panitia untuk kasus-kasus serupa).

Untung, harus ganti celana dalam sebelum bertanding tidak merusak mood mereka. Piros/Yibing menang straight set di putaran pertama. Nah, pada putaran kedua, ketika sudah tak ada problem daleman, mereka malah kalah.  (fam/c19/na)

Respon Anda?

komentar