batampos.co.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guru ke setiap sekolah yang ada di Anambas, Senin (17/7).

Sidak tersebut dilakukan pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang anak sekolah sebelum lebaran bulan lalu.

”Tidak ada alasan lagi bagi guru-guru untuk tidak masuk mengajar, masak libur yang panjang masih kurang,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Kabupaten Kepulauan Anambas Tony Karnain kemarin.

Apalagi masih didapati guru yang tidak masuk kerja atau mengajar, akan dikenakan sanksi pemotongan tunjangan seperti ASN di Pemkab Anambas lainnya. Toleransi hanya diberikan pada guru yang sakit dan dibuktikan dengan surat keterangan sakit dari dokter.

Hasil rekapitulasi sementara dari BKPSDM pada hari pertama masuk kerja, menunjukkan, belum semua pegawai masuk kerja. Dari 972 total pegawai yang ada di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di sektar kota Tarempa, baru sekitar 68,8 persen atau sekitar 668 pegawai. Sementara itu sisanya sekitar 31,2 persen atau sekitar 304 belum masuk kerja dengan berbagai alasan. Ada yang cuti, izin sakit bahkan ada yang tidak hadir tanpa keterangan.

Rinciannya, untuk pegawai yang tidak masuk dengan disertai surat izin ada sebanyak 210 pegawai atau 21,6 persen, pegawai cuti 41 orang atau 4,21 persen, pegawai yang sakit 40 orang atau 4,1 persen dan pegawai yang tidak masuk tanpa keterangan ada 13 orang atau 1,9 persen.

“Ini baru OPD yang ada di sekitar kota Tarempa saja. Sementara itu yang berada di luar Tarempa belum dilakukan rekap,” ungkap Kepala BKPSDM kabupaten kepulauan Anambas Linda maryati, Senin (3/7). (sya)

Respon Anda?

komentar