Hanya Warga Desa Tanjungirat yang Bangun Jembatan

Warga Desa Tanjungirat bahu membahu membangun jembatan di Tanah Putih, Desa Marok, Minggu (16/7) sejak pagi. Namun mereka kecewa karena tidak ada warga desa lain yang membantu mereka. F.Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Desa Tanjungirat Kahar menyampaikan keresahan warganya terkait kesepakatan kerja sama pembangunan jembatan di perbatasan Desa Marok Tua yang hanya dikerjakan sekitar 50 warga mereka saja. Padahal saat rapat, Camat Singkep Barat Recky Sarman Timur memerintahkan Desa lainnya untuk saling membantu pembangunan jembatan tersebut.

“Menurut Sekdes saya ketika rapat di Kantor Camat, Desa Bakong, Desa Langkap Tinjul dan Desa Marok Tua diperintahkan untuk membantu membanguna jembatan ini. Sekarang malah warga desa Tanjungirat saja yang turun bekerja,” ujar Kahar, ketika ditemui bersama warganya membangun jembatan di Tanah Putih, Minggu (16/7) siang.

Jembatan yang selama ini digunakan masyarakat empat desa yakni Desa Marok Tua, Desa Langkap, Desa Bakong dan Desa Tanjungirat, sudah tingga beberapa batang kayu saja. Selebihnya sudah roboh jatuh kedalam sungai.

Untuk itu, seluruh desa yang menggunakan jalan tersebut diharapkan membangun jembatan tersebut. Namun dalam pelaksanaannya, yang turun ke lokasi hanya warga desa Tanjungirat saja. Jembatan sepanjang tujuh meter itu, kini telah dibangun sebagian oleh warga Desa Tanjungirat.

Pembangunan jembatan itu terbilang sangat perlu, karena banyak masyarakat yang menggunakan jembatan itu. Bahkan warga dari Kecamatan Posek juga turut menggunakan jembatan tersebut. Sehingga warga mengharapkan agar pemerintah dapat membanguan jembatan yang lebih layak dibanding jembatan kayu yang saat ini lagi dikerjakan oleh masyarakat.

“Kalaulah pemerintah mau memperhatikan kami berharap Pemerintah menyisihkan dana sedikit untuk membangun jembatan ini,” ujar Kahar.

Namun warga Desa Tanjungirat merasa tambah kecewa ketika setelah pengerjaan jembatan kayu tersebut hanya dikerjakan oleh mereka sendiri tanpa dibantu tiga desa lainnya yang selama ini turut menggunakan jembatan tersebut. Walau demikian warga dengan sabar mendirikan tiang dan menyusun kayu besar sebagai pondasi jembatan.

“Yang pasti kami iklas lah membangun jembatan ini. Tapi mengapa warga desa lain tak ikut membantu? Itu saja pertanyaan kami,” ujar Lahar. (wsa)

Respon Anda?

komentar