Kepri Jagokan Empat Inovator

batampos.co.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri, Sardison mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri belum menetapkan siapa inovator unggulan yang dipersiapkan untuk menuju ajang Teknologi Tempat Guna (TTG) 2017 di Palu, September mendatang. Menurut Sardison ada empat penemu yang berpotensi untuk menyandang predikat tersebut.

“Memang pada lomba TTG tingkat Provinsi Kepri lalu sudah ada pemenangnya. Tetapi tidak otomatis menjadi inovator unggulan,” ujar Sardison, Minggu (16/7) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Kepri tersebut menjelaskan, sejauh ini ada empat temuan yang bisa berpotensi menjadi andalan TTG Nasional nanti. Yakni, silent kompresor dari Tanjungpinang, alat pemompa air tanpa listrik yang merupakan hasil karya dari Tanjungbatu, Kundur. Kemudian ada lampu pemanas masakan dari Kota Batam. Selanjutnya adalah keramba khusus penangkap bilis.

“Keempat temuan inilah yang akan kita persiapkan untuk menjadi inovator unggulan dari Pemprov Kepri. Meskipun sudah ditetapkan sebagai juara pada TTG tingkat provinsi, tetapi belum pasti menjadi unggulan,” papar Sardison.

Masih kata Sardison, Pemerintah Pusat sekarang semakin selektif dalam menentukan inovator unggulan. Karena parameternya temuan yang dibuat harus menjadi produk yang berdaya guna di tengah-tengah masyarakat. Artinya tidak hanya berguna bagi penemu produk tersebut. Atas dasar tersebutlah, pihaknya akan melakukan seleksi ulang.

“Dalam waktu dekat ini tim penilai dari pusat juga akan turun ke Kepri. Tentu kita harus mempersiapkan diri sebelum waktu penilaian tersebut tiba. Apalagi bulan September tidak lama lagi,” paparnya lagi.

Dikatakannya juga, para penemu Teknologi Tepat Guna (TTG) yang ada di Kepri akan dibantu untuk mengurus hak paten ciptaan mereka. Disebutkannya, ada tiga hal yang akan dilakukan untuk para inovator. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dan memberi semangat. Kemudian akan dipertemukan dengan pengusaha dan membantu mengurus hak paten temuan mereka.

Dijelaskannya juga, hak paten perlu diurus agar para penemu bisa memperoleh royalty jika temuan mereka diproduksi dan dipasarkan. Sebanarnya, kata Sardison, pihaknya sangat berharap peran Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) dalam melakukan pembinaan. Berangkat dari persoalan tersebutlah, pihaknya meminta agar Posyantek yang ada di Kepri dijadikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Pemprov Kepri. Akan tetapi belum disetujui.

“Posyantek adalah lembaga kemasyarakatan di tingkat kecamatan yang berfungsi memberikan pelayanan teknis, informasi, promosi dan orientasi tentang TTG.
Sehingga menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan lingkungan. Baik bagi penemu sendiri ataupun masyarakat,”tutup Sardison.(jpg)

Respon Anda?

komentar