Rida K Liamsi. Foto: Aulia Rahman/batampos

batampos.co.id – Budayawan termasyhur yang dimiliki Provinsi Kepulauan Riau, Rida K Liamasi kembali menuang gagasan yang ada dimindanya ke dalam sebuah buku yang berjudul “Mahmud Sang Pembangkang”.

Apakah isi buku tersebut merupakan bentuk kerisauannya tentang negeri ini atau pemikiran cerdasnya yang akan memberikan inspirasi bagi pemimpin dalam membangun negeri?

Apabila tidak ada aral melintang peluncuran buku tersebut akan digelar di ruang multimedia Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi Kepulauan Riau yang ada di Tanjungpinang pada hari ini, Senin (17/7).

“Tidak dinafikan lagi, Lingga punya peran yang sangat strategis bagi lahirnya Kepulauan Riau maupun Republik ini,” ujar Rida K Liamsi, Minggu (16/7) di Tanjungpinang.

Pria yang bergelar Dato’ Sri Lela Budaya tersebut bukan hanya piawai dalam bidang tulis menulis. Tetapi juga cerdas dalam memberikan pemikiran yang menghasilkan karena yang berguna. Salah satunya adalah Festival Sungai Carang (FSC) yang membuat banyak orang tercengang. Berangkat dari pemikiran yang dimilikinya, Rida mengajak seluruh masyarakat melayu untuk kembali menyelami dan memahami sejarah dengan benar, khususnya sejarah kesultanan Lingga.

Menurut penulis buku Megat tersebut, andai saja Sultan Mahmud tidak ke Lingga dan membangun istana disana sebagai bentuk legitimasi mempertahankan kedaulatan dari penjajah, mungkin Kepulauan Riau ini tidak ada. Atas dasar itulah ia memandang Lingga memegang peran yang begitu strategis bagi lahirnya Provinsi dan Republik ini.

“Kita Sudah menyumbang bahasa kita, kita juga sudah menyumbang wilayah kedaulatan kita, jadi kalau ada sampai Lingga tidak diperhatikan Pemerintah, entahlah tak tau lagi nak cakap apa,” papar Rida.

Meskipun belum diluncurkan, Rida sedikit menyinggung sedikit apa yang tersurat dalam buku barunya itu. Yakni terkait pergerakan gerilya yang menjadi andalan Sultan Mahmud dalam melawan Belanda. Ia berharap, lahirnya buku “Mahmud Sang Pembangkang” ini hendaknya menjadi pelecut semangat untuk menjadikan negeri terbilang dan gemilang.

“Masyarakat melayu harus datang, khususnya warga Lingga, ini adalah momentum untuk kita memahami fakta sejarah yang benar, selain dapat ilmu nanti bisa mendapatkan juga buku,” tutup Ayahanda, Teddy Jun Askara (TJA) tersebut.

Apabila tidak ada halangan, pada peluncuran buku hari ini, pantia akan menghadirkan pembicara-pembicara terbilang. Baik itu tokoh budayawan, akademisi dan politisi yang ada di Provinsi Kepri.(jpg)

Respon Anda?

komentar