batampos.co.id – Legislator DPRD Kepri daerah pemilihan Tanjungpinang, Rudy Chua mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) apakah melalui Pemko Tanjungpinang maupun Pemprov Kepri untuk meningkatan Sumber Daya Masyarakat (SDM) di bidang penangan dini kebakaran bagi warga yang hidup di pelantar.

“Dari dua kali kebakaran yang terjadi di kawasan Pelantar Tanjungpinang, ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki. Terutama melihat kecapakan SDM dalam merespon ketika terjadinya kebakaran,” ujar Rudy, Minggu (16/7) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Hanura tersebut mengatakan, kawasan pelantar adalah daerah yang rawan terjadinya kebakaran. Menurutnya, tidak cukup jika hanya menunggu penanangan dari Tim Pemadam Kebakaran (PMK) ketika terjadi kebarakan di pelantar. Masih kata Rudy, penanganan yang dilakukan masyarakat di Jalan Teladan saat kebakaran kemarin sudah baik.

“Karena mereka sudah dibekali dengan pemadaman kebakaran portable. Artinya kelompok-kelompok seperti yang harus diberdayakan lagi. Selain itu perlu ditambah portable pemadam kebakaran dan infrastruktur pendukung lainnya,” ujar Rudy.

Wakil rakyat Komisi II DPRD Kepri tersebut menjelaskan, Pemda juga perlu berkaca dengan bantuan alat pemadam kebakaran portable yang diberikan kepada masyarakat Tanjungunggat. Karena ketika terjadi kebakaran disana tidak difungsikan. Bahkan masih tersimpan rapi di gudang Kelurahan Tanjungunggat. Artinya, tidak ada pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.

“Perlu kita tekankan, untuk warga yang ada di Pelantar memang sangat perlu dibentuk kelompok-kelompok pemadam kebakaran. Sehingga bisa membantu petugas pemadam kebakaran tentunya,” papar Rudy.

Politisi Partai Hanura itu juga mengatakan, saat ini ada dua lokasi di daerah pelantar yang sudah memiliki pemadam kebakaran portable. Yakni di kawasan Potong Lembu dan Jalan Teladan. Tetapi infrastruktur ini masih belum cukup, tentu perlu ditambah lagi. Menurutnya lagi, membangun kapal pemadam kebakaran juga kurang efektif.

“Apalagi ketika kebarannya terjadi pertengah pelantar. Yang sulit untuk dijangkau petugas kebakaran, baik dari darat maupun laut. Menyiasati hal itu jawabannya adalah pemadam kebakaran portable,” paparnya lagi.

Pembina Ikatan Muda Tionghoa (ITM) tersebut menambahkan, kawan-kawan ITM sudah melakukan pendataan secara keseluruhan rumah masyarakat yang rusak. Disebutkannya secara keseluruh ada 22 rumah. Dari jumlah tersebut 15 rumah habis terbakar, 7 lainnya mengalami kerusakan ringan. Bahkan nilai kerugian juga cukup besar.

“Dari 22 rumah yang terbakar ada 24 kepala keluarga. Tentu banyak kerugian yang dialami para korban. Selain kehilangan tempat tinggal juga harta benda ludes dilalap api,” tutup Rudy Chua.(jpg)

Respon Anda?

komentar