Pokcai Tenggelam, Satu Tekong dan Dua ABK Diperiksa

batampos.co.id – Polres Bintan, saat  ini masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab tenggelamnya rakit penyeberangan (Pokcai) di selat Bintan, Sabtu (15/7), sekitar pukul 17.00 WIB.

Kecelakaan laut tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia, yakni Mahani, istri Kepala Desa Pengujan.

Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto mengatakan dalam kasus ini tim penyidik dari Polres Bintan sudah memeriksa tiga orang saksi diantaranya satu Tekong, yakni Putra Irawandi, 21 (PI), warga Selat Bintan I, dan dua Anak Buah Kapal (ABK), masing-masing bernama M Febri, 16, dan Jefri Eka Julizar, 19.

“Sementara ini tiga orang yang kami periksa masih jadi Saksi. Kita masih dalami apa yang menjadi penyebab kecelakaan itu,” ungkap Guntur, Minggu (16/7).

Selain mendalami keterlibatan tekong dan Abk, lanjutnya pihaknya juga akan mendalami keterlibatan dari pihak pengelola Pokcai yang diketahui dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terkait adanya dugaan kelebihan muatan yang tidak sesuai dengan kapasitas dari rakit penyeberangan tersebut.

“Dalam pengungkapan kasus ini kita masih alami kesulitan, seperti untuk memeriksa para saksi korban, karena masih trauma dengan kejadian kemarin,” tuturnya.

Untuk itu kata Guntur, tim penyidik berencana akan mendatangi langsung ke rumah beberapa saksi mata malam ini untuk mendapatkan keterangan, sekaligus mendata identitas dari korban seluruhnya.

“Kita akan mengupayakan agar kasus ini bisa cepat selesai dan bisa segera terungkap,”

Sebelumnya, dari informasi yang berhasil didapat, tenggelamnya rakit penyeberangan ini diduga diakibatkan karena kebocoran di bagian bawah rakit yang menyebabkan air terus masuk sebelum sampai ke tempat penyebrangan, sehingga mengakibatkan kapal tenggelam.

Dari data yang dihimpun dilokasi kejadian didapatkan pokcai tersebut mengangkut 25 orang penumpang, yang ditambah 1 unit mobil berplat hitam serta 8 unit sepeda motor.

Seluruh penumpang diketahui langsung terjun ke laut saat mengetahui adanya kebocoran.

20 orang diantaranya berhasil selamat, dan 4 orang lainnya mengalami luka dan lemas, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Desa Busung untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, satu orang penumpang bernama Mahani yang merupakan istri Kepala Desa Pengujan, nyawanya tidak bisa tertolong meskipun sempat mendapatkan pertolongan medis di RSUP Tanjunguban. (cr20)

Respon Anda?

komentar