Warga melihat bangunan SMAN 19, Sagulung, Rabu (19/7). Bangunan SMAN 19 ini tahap pembangunan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Masih banyaknya siswa yang tidak tertampung hingga saat ini membuat Dinas Pendidikan Kota Batam harus bekerja ektra keras untuk mencarikan solusi. Meskipun sudah menaikkan rasio dari 32 menjadi 40 nyatanya masih ada sedikitnya 500 anak yang tidak tertampung di sekolah negeri seperti yang terjadi di SMPN 25, SMPN 21, dan sekolah lainnya.

“Kita sudah buka kelas hingga 11 kelas dengan jumlah siswa mencapai 40 orang perkelas, jika melihat besarnya ruangan kelas, ini sangat tidak memadai. Kita harus tempatkan dimana lagi, mugkin mereka bisa ke swasta dari pada tidak sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, Rabu (19/7).

Permasalah ini menurutnya sudah dilaporkan kepada Walikota Batam, untuk solusinya ke depan Pemerintah Kota Batam akan membangun sedikitnya enam sekolah baru. “Tiga SDN dan Tiga SMPN, kita akan coba usulkan di APBD-P nanti,” ujar mantan Kepala Sekolah SMKN 1 Batam ini.

Disinggung mengenai ketersediaan lahan, Muslim menyebutkan saat ini sudah ada lahan yang akan digunakan, salah satunya lahan yang berada di Kelurahan Tibanlama, tahun depan akan dibangun gedung SMPN 56 Batam.

Untuk membagun satu sekolah baru, membutuhkan biaya hingga Rp 5 miliar, gedung sekolah akan dibangun dalam tiga lantai sesuai dengan arahan pimpinan. Jadi setidaknya dana yang harus disiapkan Rp 30 miliar.

“Satu bangunan itu bisa selesai dalam waktu tujuh hingga delapan bulan, jika tidak ada masalah tahun depan sudah tidak ada lagi siswa yang tidak tertampung,” harap Muslim.

Selain itu, pihaknya akan memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk pembangungan ruang kelas baru (RKB). Tahun iniĀ  sebanyak 60 RKB telah dibangun untuk menampung siswa.

Saat ini sedikitnya terdapat 144 sekolah dasar negeri dan 39 sekolah menengah pertama negeri yang ada di Batam. Keberadaan ratusan sekolah ini, nyatanya belum bisa menampung seluruh siswa baru. Setiap tahunnya terjadi peningkatan usia sekolah hingga dua ribu anak.

Tahun ini sedikitnya 2.424 siswa SDN, dan 4.490 tidak tertampung. Dinas Pendidikan Batam membuat kebijakan dengan menambah rasio kelas dari 32 menjadi 40 perkelas, dan memanfaatkan ruangan yang bisa digunakan untuk belajar.

Namun hal ini masih menyisakan 500 siswa tidak mendapatkan kuris. Hingga saat ini membuat orangtua masih mendatangi sekolah dan memaksa anaknya diterima, padahal proses belajar mengajar sudah berjalan. (cr17)

Respon Anda?

komentar