Siapa yang Tahan Punya Suami Suka Mabuk di Kuburan

ilustrasi

Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Itu pepatah yang cocok untuk Donjuan. Kian tua minumnya juga semakin menggila. Tidak peduli umurnya sudah setengah abad, yang penting bisa merasakan kebahagian minum cukrik (sejenis miras) dengan teman-teman lawas di makam.

“Aku takut dia mati,” kata istrinya, sebut Karin, 52, di sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) klas 1A Surabaya, Jumat (21/7).

Supaya suaminya insyaf, Karin yang menjadi pembantu rumah tangga itu menyindir suaminya lewat nyanyian. Dengan bergaya seperti Wiwik Sagita, menyanyikan lagu Oplosan. Kadang bergaya bak Rhoma Irama sembari nyanyi lagu Mirasantika. Lagu apapun, Karin hapal demi menyindiri suaminya yang suka cukrik tiap malam.

Khawatir uangnya dicuri sang suami, kini Karin menitipkan uang hasil kerja kerasnya ke anaknya. Lha kok malah oleh anaknya hasil uang kerja KarinĀ  disalahgunakan. Selama ini, Karin menaruh uang sembarang pasti ludes dibuat mendem si suami.

“Aku malu. Malu sama tetangga sekampung,” kata ibu lima anak itu.

Kini, Karin pasrah. Ia mengaku tidak mau kembali kepada pelukan suaminya yang hanya seorang pecukrik. Bangun pagi nyopir, malamnya nyukrik… begitu seterusnya. Kalau sakit, ia pun mengaku pusing dan susah. Meski dicover BPJS, tetap saja Karin yang sibuk mengurus suaminya yang sakit-sakitan.

“Duitku habis untuk dia,” kata nenek tiga cucu itu.

Saat ini, Karin berharap proses perceraiannya segera selesai. Ia juga berharap gajinya sebagai pembantu bisa dimanfaatkan untuk anak dan cucunya.

Sementara itu, Donjuan yang terlihat tua dan berbadan kurus itu menyatakan dirinya berupaya untuk mempertahankan rumah tangganya.

“Tuntutan istri itu kayak tuntutan jaksa aja. Banyak banget. Aku ini sudah berpengalaman nyukrik ya masak mau bunuh diri gara-gara cukrik. Pastinya aku gak akan mati karena cukrik,” kata Donjuan tersenyum. (Umi Hany Akasah – Radar Surabaya)

Respon Anda?

komentar