ilustrasi

batampos.co.id – DPR RI menilai masih banyak kekurangan dari layanan operator di Kepri. Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais, hal ini terjadi karena operator belum menyentuhkan kakinya di pulau-pulau terluar Kepri.

“Sebenarnya sudah banyak Base Transceiver Station (BTS) yang menjangkau Kepri, namun pelayanan belum optimal,” ungkap Hanafi yang mengepalai tim panitia kerja (panja) saat berkunjung ke Graha Kepri, Sabtu (22/7).

Bentuk pelayanan yang belum optimal tersebut dapat ditemui bahkan di wilayah yang sudah terjamah layanan operator.”Contohnya banyak yang sudah bayar paket, tapi hanya bisa sms dan telepon, tapi untuk gunakan paket data tidak bisa,” jelasnya.

Ia juga melihat masih banyak blankspot atau wilayah yang tidak mendapat sinyal di Kepri.”Makanya Pemprov harus mampu petakan wilayah blankspot untuk dijadikan prioritas perbaikan layanan,” harapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Telekomunikasi (Kominfo) Provinsi Kepri, Guntur Sakti terlihat agak sedikit kecewa dengan para operator di Kepri.

“Semua operator laporkan pembangunan menara BTS sudah lampaui komitmen. Seharusnya dijamin tak ada blankspot,” terangnya.

Namun dalam kenyataannya masih banyak blankspot di Kepri.”Daerah hinterland masih banyak yang blankspot. Kami di daerah hanya sampaikan laporan faktual,” terangnya lagi.

Ia kemudian meminta kepada operator harus komitmen dalam memberikan layanan yang menjangkau seluruh Kepri. “Khusus Kepri, ini juga kawasan crossborder. Semua butuhkan sinyal, apalagi anak-anak kita akan melakukan ujian berbasis online,” terangnya.

Di Kepri banyak daerah ekonomi potensial yang dapat dikembangkan sehingga membutuhkan layanan operator yang handal.”Kalau untuk daerah potensial ekonominya dikerjakan operator, sedangkan yang tidak potensial diserahkan ke pemerintah dengan dana Universal Service Obligation (USO) yang digunakan Kominfo untuk mensubsidi tarif internet,” pungkasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar