Pembaca, Kawasan Bakau Batam Tersisa 4,6 Persen Saja

Virsta Safira finalis duta lingkungan hidup Kota Batam saat mengikuti tanam bakau dihari lingkungan hidup Internasional di Tanjungpiayu, Seibeduk, Sabtu (22/7). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota (Pemko) Batam menanam sebanyak 1500 bibit bakau dalam rangka Hari Lingkungan Internasional, Sabtu (22/7). Pihak DLH memiliki alasan, sehingga memilih penanaman pohon bakau.

“Batam ini dulu, 24 persen luasnya ditumbuhi oleh bakau, tapi hingga kini ekosistemnya makin sempit akibat pesatnya pembangunan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dendi Purnomo, Sabtu (22/7).

Akibat itu, kata Dendi saat ini populasi bakau hanya tinggal 4,6 persen saja. Dan itu tersebar dibeberapa titik di Batam. “Tak banyak, Tanjungpiayu, Nongsa dan beberapa tempat lainnya,” ujarnya.

Bakau saat ini mengalami degradasi ekosistem. Sehingga keberadaannya terancam akan hilang di Batam. Sehingga perlu kegiatan nyata, agar keberadaan bakau ini tetap ada.

Dendi mengatakan bakau memiliki banyak manfaat, mulai dari menahan gelombang, hingga erosi. Bila bakau ini tak ada, maka pantai yang ada di Batam akan gampang terkikis oleh ombak.

“Masih banyak juga, nelayan bergantung pada bakau,” ucapnya.

Dendi menuturkan masyarkat pesisir yang bekerja sebagai nelayan, bergantung hidup dengan hasil tangkapan ikan, kerang, kepiting yang berada di sekitaran hutan bakau. Tapi bila bakau ini hilang dan punah, maka habis juga mata pencaharian para nelayan ini.

“Saat ini baru 1500, rencana kami akan tanam 7 ribu bakau. Disebar di berbagai tempat yang berbeda,” ujarnya.

Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad sangat mendukung program DLH. Tapi ia berharap program ini tak hanya sebagai acara seremonial semata. Penanaman kembali bakau, harus menjadi suatu tindakan aksi nyata. “Harus ada langkah kongkrit, agar bakau yang semula tinggal 4,6 persen itu lebih meningkat lagi,” tuturnya.

Amsakar mengatakan bila hal-hal yang merusak lingkungan dibiarkan, maka akan membuat dunia ini semakin rusak. Ia menuturkan perlunya kesadaran untuk menyalamatkan lingkungan tersebut. “Tak ini saja, Batam juga rentan akan pencemaran lingkungan lainnya seperti limbah dibuang ditengah laut, sampai ke pantai Batam. Ini perlu juga kita hindari,” ujarnya.

Dari pantauan Batam Pos tak hanya Dendi dan Amsakar saja yang melakukan penanaman bakau ini. Tapi juga beberapa perwakilan dari berbagai perusahaan di Batam. Lalu juga anak-anak sekolah yang peduli akan lingkungan. (ska)

Respon Anda?

komentar