Dam Seiharapan tampak surut dan dipenuhi sampah. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Waduk Sei Harapan akan dikeruk akhir tahun ini. Alasan pengerukan karena sedimentasi di waduk tersebut sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

“Sedimentasi di Sei Harapan sudah sampai 1 juta meter kubik sehingga kapasitasnya berkurang 50 persen,” kata Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Jumat (21/7) di Gedung Marketing BP Batam.

Waduk Sei Harapan memiliki kapasitas penampungna hingga 3.600.000 meter kubik dengan kemampuan produksi capai 205,06 liter per detik.

Untuk pengerukan nanti, BP Batam akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

“Kemenpupera sudah anggarkan dana dari program bank dunia untuk program rehabilitasi waduk dan sudah disetujui anggarannya,” ucap Robert.

Kemudian Kemenpupera nantinya akan menugaskan Balai Wilayah Sungai Sumatera 4 yang ada di Batam.”Akhir tahun ini akan dilakukan. Pertama di Sei Harapan, baru nanti waduk lain-lainnya,” terangnya lagi.

Robert memperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 50 miliar hingga Rp 80 miliar.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan.

“Kami akan meninjau apakah akan memakai peralatan sedot disana atau keruk kering,” ungkapnya.

Selain itu timnya masih harus memikirkan tempat penimbunan pasir sedimentasi.

“Mungkin BP Batam akan bangun mengajak koperasi untuk menjual pasirnya. Sehingga jika ada yang cari pasar bisa disana nanti,” pungkasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar