Sejumlah penumpang pompong dari Tanjungpinang hendak menyeberang ke Penyengat. Foto: Fara/Batam Pos.

batampos.co.id – Bersempena kegiatan Festival Penyengat yang dilangsungkan hingga Senin (24/7). Bertepatan pula dengan libur kerja, diyakini jadi alasan membludaknya penumpang pompong yang ingin menyeberang ke Penyengat.

Sejak pagi, menurut penuturan sejumlah tekong dan warga setempat di dermaga penyeberangan, Minggu kemarin adalah puncak penumpang. Jika pada hari biasa, penyeberangan satu pompong perlu menunggu sekitar 30 menit lantaran menunggu kuota penumpang terpenuhi, tidak halnya dengan kemarin.

“Hampir 10 atau 15 menit sekali, pompong berangkat. Minggu ini memang ramai sekali. Mungkin karena kegiatannya banyak,” kata Said, salah seorang petugas penyeberangan di dermaga.

Tak heran jika pompong pun terlihat hilir-mudik sejal pagi hingga petang. Sekali angkut bisa sampai 15 hingga 20 orang. Itu, kata Said, tergantung kapasitas pompongnya. Satu yang pasti, tidak boleh melebihi kapasitas maksimal yang sudah ditetapkan.

“Bagaimana pun keselamatan penumpang tetap harus dinomorsatukan. Kami juga ingatkan untuk memakai life jacket,” ujar Said.

Sejak pagi sudah ada lomba permainan rakyat yang digelar. Mulai dari menangkap itik dan lomba melukis yang diikuti pelajar tingkat dasar. Kemudian pada siang hari hingga petang ada pertunjukan kesenian. Tak pelak hal ini menarik minat para pelancong. Tidak hanya yang datang dari seputaran Tanjungpinang, tapi juga terlihat wisatawan asing di Penyengat.

“Saya pergi ke sini kemarin dari Singapura. Sekalian ingin lihat kehebohan festival ini,” kata Johannsen, wisatawan asal Denmark, yang dijumpai sedang asyik menonton pertunjukan seni.

Masyarakat sekitar juga begitu terbantu dengan adanya Festival Penyengat ini. Baik itu para pengusaha tempat makan atau ojek wisata di sana. Karena itu besar harapan mereka, acara festival semacam ini menjadi kegiatan rutin tahunan. Akan lebih baik lagi jika semakin banyak acara kepariwisataan yang digelar di Penyengat.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Raja Kholidin mengupayakan sebisanya. Memang, kata dia, kegiatan semacam ini dapat memberikan efek ganda kepada segala sektor. Terlihat dari cerminan dua tahun penyelenggaraan Festival Penyengat yang semakin membaik.

“Itu harapan kami. Karena itu, kami akan menggalang dukungan dari segala pihak, mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah provinsi, juga lintas instansi terkait. Bagaimana pun festival ini sudah cukup populer di sebagian wisatawan,” ujarnya. (aya)

Respon Anda?

komentar