batampos.co.id – Kanit Intel Polsek Dabo Bripka M Yusuf Panjaitan bersama sejumlah personil Polres Lingga melacak pelaku pencurian mesin kompresor Shanun merk Honda dan berhasil mengamankan tiga orang tersangka yakni AS, Rz, YM, Selasa (25/7) pukul 00.35 WIB. Mesin air penyemprot tanaman kebun di Desa Batu Berdaun dicuri tersangka pada Jumat (7/7).

“Dari informasi yang kami terima, benar adanya barang yang ditawari tersebut adalah hasil curian,” ujar Yusuf, Selasa (25/8) siang.

Setelah mengetahui informasi kalau mesin air tersebut hendak dijual tersangka kepada YT. Yusuf akhirnya mengatur strategi untuk memancing tersangka ke luar dan selanjutnya dapat diamankan.

Tersangka AS yang pertama kali diamankan setelah YT berhasil mengajak bertemu di depan Wisma Timah, Dabo Singkep, Senin (24/7) sekira pukul 21.45 WIB. Setelah mengamankan AS, polisi kembali berhasil mengamankan RZ yang diduga turut dalam aksi tersebut.

“Dari pengembangan penangkapan tersangka AS, kami kembali mengamankan RZ sekitar pukul 00.35 WIB,” ujar Yusuf.

Selanjutnya, Anggota Reskrim Polsek Dabo Singkep kembali menciduk tersangka lainnya, YM di tempat berbeda sekitar pukul 1.15 WIB dini hari. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ketiga tersangka masih dalam tahanan sementara Polsek Dabo Singkep.

Dari informasi di lapangan yang berhasil dihimpun Batam Pos, ketiga tersangka memang telah sering melakukan aksi pencurian di kawasan Dabo Singkep. Ketiga pelaku diketahui sebagai warga Desa Kebun Nyiur. Mesin air yang mereka curi tersebut adalah mesin penyemprot air milik kelompok wanita tanti di Desa mereka sendiri. (wsa)

Respon Anda?

komentar