Petugas kebersihan DLH Kota Batam mengangkut sampah di Komplek Tunas Regency, Sagulung, Selasa (18/7). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, hotel dan restoran setiap harinya terus bertambah. Namun, mesin yang mengolah sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) hanya ada satu unit. Sehingga, sampah yang dibawa ke TPA tidak menumpuk.

”Memang, jumlah sampah yang dihasilkan per hari tidak sebanyak pada saat Ramadan lalu. Jika pada Ramadan rata-rata per hari sampah mencapai 43 ton, tapi sekarang berkisar 39 ton sampai 40 ton saja. Meski demikian, untuk mempercepat proses pengolahan sampah di TPA memang diperlukan mesin pengolahan sampah lagi,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karimun, Rosmawati, Rabu (26/7).

Komposter atau mesin pengolah sampah, kata Rosmawati, yang ada di TPA hanya ada satu unit dan itu merupakan mesin pertama sejak dibuka lahan TPA milik pemerintah. Sehingga, perlu ditambah satu lagi. Untuk itu, pihaknya sudah menyusun rencana untuk dimasukkan ke dalam APBD 2018 untuk menambah satu lagi mesin komposter. Sehingga, dalam sehari bisa mempercepat pengolahan sampah menjadi kompos.

Disinggung tentang banyaknya dump atau bak pengangkut sampah yang rusak, Rosmawati menjelaskan, pihaknya beberapa bulan lalu memang sudah ada laporan yang masuk kepada pihaknya, sehingga, pada saat itu langsung dianggarkan. ”Ada lima bak sampah baru yang sudah siap dan akan menggantikan bak sampah yang sudah rusak,” ungkapnya.

Dia juga berpesan agar masyarakat Karimun dapat selalu menjaga kebersihan. Tidak membuang sampah sembarangan. Gunakan tempat sampah yang ada sebagai tempat pembuangan. Yang terpenting lagi, dengan menjaga kebersihan, sudah tentu akan lebih memberikan kenyamanan dan kesehatan. (san)

Respon Anda?

komentar