Industri Batam mualai Menggeliat, selama Juli Ada 800 Kesempatan Kerja

Pencari kerja mengantri saat melamar di MPH Batamindo, Mukakuning, Seibeduk. Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tanda-tanda kebangkitan sektor industri Batam kian terlihat nyata. Setidaknya hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya penerimaan tenaga kerja di sejumlah perusahaan. Sepanjang bulan Juli ini saja, sedikitnya ada sembilan perusahaan yang merekrut sekitar 800 karyawan baru.

Pantauan di lapangan, proses rekrutmen masih berlanjut. Seperti di PT Alcon Ciba Vision di Kawasan Industri Batamindo, Batam. Sejak Selasa (25/7) lalu, perusahaan yang memproduksi peralatan optik dan lensa ini telah merekrut puluhan karyawan. Hingga kemarin, perusahaan tersebut masih menerima lamaran kerja.

“Hari ini ada 77 lamaran yang masuk. Lebih sedikit dari hari kemarin yang mencapai 156 lamaran,” ujar staf Perekrutan PT Indoyasa Karya Utama Dahilin, perusahaan penyalur untuk PT Alcon Ciba Vision, Jumat (28/7).

Selain PT PT Alcon Ciba Vision, sejumlah perusahaan lain juga gencar merekrut karyawan baru. Di antaranya PT Sumitomo Wiring System, PT Rapala, PT Cicor Panatec, PT Patlite, PT Intricon, PT Shimano, PT Unisem, dan PT Dynacast. Namun proses rekrutmen rata-rata melalui perusahaan subkon atau penyalur.

Banyaknya perusahaan merekrut karyawan baru ini menjadi angin segar bagi ribuan pencari kerja (pencaker) di Batam. Ini menandakan, industri di Batam mulai hidup kembali. “Alhamdulillah, seminggu ini lowongan pekerjaan selalu ada,” ujar Risma, pencaker asal Padang Pariaman.

Risma yang sudah lolos seleksi berkas berharap bisa diterima di PT Alcon Ciba Vision.

“Saya selalu lolos berkas, tapi pas wawancara selalu gagal,” katanya. “Semoga lolos lah,” harapnya.

Hal senada disampaikan Halimah, pencaker asal Aceh. Ia berharap perusahaan di Batam membuka lowongan sebanyak-banyaknya.

“Semoga lowongan ada setiap hari dan kami bisa bekerja dan tak menganggur lebih lama,” tegasnya.

Namun bagi pencaker pria, kondisi saat ini tidak cukup menguntungkan. Sebab sebagian besar perusahaan memprioritaskan pekerja wanita.

“Kami yang laki-laki susah kali cari kerja. 80 persen perusahaan minta karyawan yang cewek semua,” kata Angga, pencaker asal Palembang.

Sementara Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang, mengaku optimistis sektor industri Batam akan segera bangkit dari keterpurukan.

“Bukan masih ada harapan, tapi Batam ini masih terus berkembang,” kata OK, kemarin.

Dia katakan, saat ini proses rekrutmen pekerja tak hanya terjadi di kawasan industri di Batam. Tetapi di Kepri secara umum, kondisi serupa juga terjadi.

“Jadi siapa yang bilang redup, masih bersinar,” ujar OK.

Hal ini dibenarkan oleh Manager Batamindo Industrial Park, Tjaw Hioeng. Ia mengatakan dari awal tahun hingga 25 Juli, pihaknya mencatat tenant yang berada di kawasan industri tersebut telah merekrut sebanyak sekitar 7.500 orang tenaga kerja. Dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat.

“Ke depan di Batamindo akan terus ada perekrutan. Tiap bulan, selalu ada penambahan tenaga kerja oleh tenant-tenant kami,” kata pria yang akrab disapa Ayung ini, Jumat (28/7).

Sebanyak 7.500 orang karyawan yang direkrut itu, semuanya tenaga kerja untuk posisi operator. Dengan kualifikasi pendidikan minimal Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari data di dapat Batam Pos sepanjang semester awal tahun ini, tercatat ada sebanyak 5 kali perekrutan besar-besaran yang dilakukan perusahaan yang bernaung dalam Kawasan Industri Batamindo.

Dimulai pada 16 Januari lalu, PT Schneider merekrut sebanyak 200 orang.

Lalu pada 21 Februari PT Flextronics juga merekrut tenaga kerja sebanyak 200 orang.

Kemudian pada 16 Maret giliran PT Flextronics yang menerima sekitar 200 operator.

Selanjutnya, PT Schneider melanjutkan rekrutmen secara bertahap masing-masing pada 17 dan 23 Maret 2017.

Jumlah operator yang diterima sebanyak 440 orang.

Proses rekrutmen berlanjut pada Juli 2017. Ayung mencatat sudah ada ratusan operator yang diterima sejumlah perusahaan di Batamindo Industrial Park.

“Data yang ada itu baru untuk perekrutan tenaga operator saja,” ucap Ayung.

Sementara untuk tenaga kerja yang memiliki keahlian serta strata pendidikan S1 ataupun S2, Ayung mengatakan biasanya perusahaan itu merekrut dengan cara memasang iklan lowongan kerja (loker) di koran atau mencari sendiri ke universitas-universitas yang ada.

“Tiap Sabtu kan ada itu, perusahaan yang ada di Batamindo buka loker untuk tenaga kerja yang memiliki keahlian spesifik,” tutur Ayung.

Kata Ayung, perusahaan di Batam kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan kualifikasi pendidikan S1 atau S2. Sehingga tak jarang perusahaan di Batam berburu tenaga kerja dengan kualifikasi tersebut hingga ke luar Batam, terutama di daerah Jawa.

“Kalau yang dipajang di Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo kebanyakan untuk tenaga operator saja,” tuturnya. (cr19/ska)

Respon Anda?

komentar