ilustrasi. F-Dalil Harahap/Batam Pos.

batampos.co.id – Industri di Batam sering kesulitan mencari tenaga kerja siap pakai dan memiliki skill yang mumpuni. Tak ingin terus mencari tenaga kerja ke luar Batam. Himpunan Kawasan Industri Kepri menjalin kerjasama dengan beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Batam.

“Kami masuk ke sekolah-sekolah,” kata Ketua HKI Kepri, OK Simatupang, Sabtu (29/7).

Ia mengatakan bahwa pekerja-pekerja yang berada di kawasan industri, memberikan pengajaran langsung ke murid-murid SMK tersebut. Sehingga mendapatkan pengetahuan langsung dari orang-orang yang telah berkecimpung di dunia perindustrian.

“Misalnya mereka belajar Hydrill, kami datangkan orang yang paham dan ahli di bidang itu. Sehingga mereka tau, praktik lapangannya seperti apa. Gak hanya teori saja,” ucapnya.

Namun, kata OK tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus ini kebanyakan merupakan tenaga kerja asing. Untuk menjadikan orang asing sebagai guru bagi anak-anak SMK ini, membutuhkan berbagai izin. Kadang hal inilah yang menghambat pendidikan vokasi.

“Saat ini di SMK 6, sudah ada kelas Citra (Perusahaan Citratubindo,red), yang memberikan pelajaran kepada anak SMK mengenai pipa yang digunakan untuk aliran migas,” tutur Ok.

Siswa SMK yang belajar langsung bagai mana penerapan sebuah teori di lapangan, akan lebih cepat beradaptasi saat terjun ke dunia kerja dibandingkan yang hanya belajar ilmu teori. “Mereka yang belajar praktik dari ahlinya, saat masuk dunia kerja sudah tak gugup, dan memerlukan adaptasi yang lama,” ujar Ok.

Selain itu, kebanyakan perusahaan yang ada di Batam memerlukan tenaga kerja terambil yang langsung jadi. Tanpa perlu harus diberikan pembelajaran terlebih dahulu.

“Maunya seperti itu, dan SMK yang sudah bekerjasama dengan industri itu SMK 1,3 dan 6 saja,” ucap Ok. (ska)

Respon Anda?

komentar