Namanya sudah dikenal sebagai pemandu kuliner di Kepri. Di media sosial seperti Instagram dan blog, ia terkenal dengan panggilan Batamliciouz, selebgram dengan postingan kuliner yang menjadi rujukan informasi warga Batam.

Mengenakan kemeja batik, pria berkacamata ini dengan ramah mempersilakan masuk ke rumahnya di kawasan Nagoya, tak jauh dari toko milik orangtuanya, yang kini ia bantu kelola. Dari luar, rumahnya berdesain ruko tanpa jendela dengan pintu besi coklat. Lantai pertama menjadi gudang penyimpanan stok barang dangan dan rak sepatu, dan lantai kedua rumahnya menjadi ruang tamu dan ruang keluarga.

Mengajak ke lantai dua, desain interior ala apartemen mewah langsung terlihat. Tak ada sekat dapur dan ruang tamu. Hanya dibatasi jenis lantai. Lantai berdesain parkit motif kayu menjadi dapur dengan meja makan dan perlengkapan dapur modern. Di sana ada satu pintu penghubung di bagian kiri, yakni kamar asisten rumah tangganya. Sedangkan lantai keramik menjadi ruang tamu yang berisikan sofa kulit krem, meja dan televisi layar datar yang besar. Dindingnya terpasang beberapa foto pernikahan Chandrana dengan istrinya dan juga foto kedua anaknya yang masih balita, Ashton dan Ashley.

Sambil menawarkan minuman dan buah potong, umumnya pemilik rumah melakukannya sebagai bentuk keramahan terhadap tamu, Chandrana mengungkapkan, ekonomi Batam saat ini tengah lesu usai Lebaran yang berimbas kepada hasil penjualan toko keluarganya. “Toko sepi, jadi koko bisa tinggal bentar balik ke rumah untuk cek apakah si Duo Bule (ponakannya dari Amerika yang lagi liburan ke Batam, red) sudah bangun. Maaf tak bisa temu janji di luar, ada ponakan,” ungkapnya.

Siapa yang tahu, suami dari Yelly Lio ini adalah seorang insinyur yang memiliki gelar akademik Master of Science in Industrial Engineering (MSIE) dengan predikat salah satu lulusan terbaik dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat (AS) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) summa-cumlaude 3,93.

Tinggal sekitar 8 tahun di Amerika selama menjadi mahasiswa di sana, ia memanfaatkan waktu dengan baik, dan rajin terjun ke pasar saham. Kala rekan-rekannya memanfaatkan liburan semester dengan mengadakan traveling atau kegiatan lainnya, ia selalu mengambil kesempatan summer atau semester pendek untuk mempercepat lulus dari universitas tersebut.

Sebelum memutuskan pulang kampung ke Indonesia, pria kelahiran Batam, 36 tahun lalu ini pernah sukses menjadi konsultan engineering di salah satu perusahaan bergengsi di Amerika dengan penghasilan 60 ribu dolar AS per tahun di 2005-2007 di usia yang masih sangat belia 26 tahun. Bahkan di Negeri Paman Sam tersebut, ia sudah mandiri dan mampu membeli mobil dan mencicil rumah. “Apakah ini layak saya ungkapkan,” ujarnya merendah.

Namun, sebagai anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara, oleh kedua orangtuanya, sekitar 2008 ia diminta pulang kembali ke Indonesia dan melanjutkan bisnis keluarga. “Waktu itu ada telepon dari Batam, katanya saya punya papa sakit. Jadi disuruh pulang segera. Saya pulang, rumah dan mobil saya titipkan kepada kakak di sana. Itulah alasan pertama, orangtua. Dan sejak itu saya tak pernah balik lagi ke AS, tapi kakak saya sekarang tinggal di sana,” kenangnya.

Dengan keputusan berat, ia pun meninggalkan pencapaiannya dan juga teman-temannya di Amerika, dan kembali ke Batam. Seringkali juga ada tawaran kerja dari sana, namun ia menolak karena sudah berada di Indonesia.

F.Batamliciouz untuk Batam Pos

Menikah dengan sang kekasih Yelly Lio, membeli rumah dari hasil tabungan sendiri, dan ikhlas melanjutkan toko usaha milik orangtua. Di samping punya bisnis sendiri, kini namanya juga terkenal sebagai selebgram atau food guide di Batam. Seringkali, berbagai postingannya di akun Instagram menjadi rujukan kuliner warga Batam.

Chandrana mengungkapkan, tak pernah terpikirkan sebelumnya ia menjadi dikenal karena berbagai postingan kuliner miliknya. Pertengahan 2015 lalu, ia mulai mengaktifkan Instagramnya tersebut dengan akun @batamliciouz. “Menu kuliner yang saya posting adalah menu makanan dan minuman yang menurut saya enak. Kalau saya mencicipinya tak enak, saya pasti tak posting,” ujar ayah dari Asthon dan Ashley ini akhir pekan kemarin.

Seringkali postingannya terkait aneka menu makanan dan minuman yang sebelumnya tak banyak diketahui orang, kini menjadi ramai karena unggahannya di media sosial, mulai dari restoran kelas mewah hingga jajanan kaki lima di sudut komplek yang tak banyak dilewati pengunjung di kota ini. Dia juga interaktif sekali, dimana saat ada follower yang bertanya, ia pasti menjawabnya di kolom balasan.

Di lihat dari akun Instagramnya saat ini, pria yang akrab dipanggil koko Batamliciouz ini sudah memiliki 61,700 follower. “No shortcut atau beli-beli follower, itu didapat dari semua proses. Segala sesuatu untuk menuju sukses harus dimulai dari bawah dan jujur pada diri sendiri, buat apa terkenal kalau fake? Apa yang harus dibanggakan lewat cara itu? Jalani proses hidup itu sendiri, dengan begitu kita bisa menikmati setiap momen menuju hingga sekarang ini. Meski pun pasti akan selalu ada pro dan kontra dari luar. Jalani saja prosesnya,” ujarnya.

Sering berinteraksi dengan para followernya di Instagram, Chandrana pun mulai mendapatkan tawaran menjadi konsultan menu dari beberapa pengusaha restoran di Batam. Kalau dulu di Amerika dia menjadi konsultan engineering, nah sekarang dia sering diminta menjadi konsultan beberapa restoran di Batam. Menurutnya, ini ada saling keterkaitan. “Saya suka berinteraksi. Jadi saya kira, itu punya keterkaitan, cuma beda bidang saja. Dulu di engineering, sekarang sering diminta mengkritisi penyajian dan rasa menu,” ujarnya tertawa.

Mulai terkenal, undangan-undangan untuk mencicip makanan dari berbagai hotel, dan restoran mulai berdatangan. Tak sanggup lagi mengatur jadwal antara usaha dan banyaknya undangan tersebut, akhirnya ia pun mengurangi jadwal, dan bahkan membuat tarif. Bukannya undangan makin berkurang, malah makin banyak.

Akhirnya ia memutuskan sendiri yang mana yang layak dikunjungi terlebih dahulu. Dengan catatan, meski pun diundang, tak jamin wajib posting menu mereka. “Kenapa? Karena itu tadi, saya menginformasikan bukan hanya harga dan penampilan menu, melainkan rasa dan penyajian menu. Contohnya begini, saya lebih memilih posting kerak telur yang dijual di gerobak pinggir jalan daripada menu mewah dan mahal di restoran. Mengapa? Karena makanan itu adalah rasa. Rasa tak pernah bohong, ya saya berusaha untuk tak membohongi lidah saya. Saya ingin membagikan pengalaman rasa kepada para follower juga untuk mencicip menu yang saya posting dengan rasa yang sama yang saya cicip, yaitu enak,” ungkapnya.

Selain mengunggah aneka menu makanan dan minuman, Chandrana pun kerap kali berkreasi dan membagikannya kepada para follower, seperti mempopulerkan Samyang (mi instant Korea, red) terbang lewat Youtube. Meski bukan ia yang pertama kali memperkenalkan mie terbang tersebut, namun karena menggunakan produk Korea tersebut dan langsung jadi viral hingga sampai ke produsen produk tersebut di Korea Selatan, ia pun mendapat penghargaan dan ucapan terimakasih dari Negeri Ginseng tersebut.

“Itu video dan foto saya buat saat ada undangan review di salah satu restoran di Singapura. Berita dan fotonya terbit juga di Singapura. Selang beberapa hari di Indonesia mulai banyak yang share dan bahkan ada yang berkreasi sendiri. Bukan saya yang pertama, namun karena pas momennya kali ya, jadinya Perusahaan dari Korea itu mengirimkan banyak sekali produk-produk mi instant mereka kepadaku sebagai ungkapan terimakasih,” ungkapnya.

Menurut Chandrana yang namanya mulai dikenal di Singapura ini, meski pun kini ia menjadi selebgram, namun ia menampiknya. “Enggaklah, biasa saja, banyak yang lebih seleb. Saya masih bapak rumah tanggalah, yang masih antar jemput anak ke sekolah,” ujarnya tertawa.

“Tapi saya lebih bersyukur, apa yang saya posting berdampak bukan hanya bagi para follower, melainkan kepada pelaku usaha kuliner yang benar-benar enak yang ada di kota ini dan kepada yang lainnya,” tutup pria yang selalu memprioritaskan keluarga kecilnya ini. (CHAHAYA SIMANJUNTAK, Batam)

Respon Anda?

komentar