batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bintan mengimbau warga Bintan yang belum melakukan perekaman KTP elektronik, agar segera mendatangi loket perekaman. Karena, pada semester II tahun 2016, pemerintah pusat menolak atau tidak mengakui sekitar 17 ribu data penduduk Bintan.

“Dari 162 ribu data yang diverifikasi, diakui pusat pada semester II hanya 145 ribu,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bintan, Yudha Inangsa.
Ditolaknya 17 ribu data penduduk Bintan, menurut Yudha, banyak sebab.

Mungkin, dulunya mengurus KTP tanpa dukumen, bisa penduduk pindahan yang belum terekam atau penduduk yang belum melapor sama sekali atau datanya terekam di dua daerah.

Parahnya, katanya apabila seorang penduduk di satu Kepala Keluarga tidak melakukan aktivitas kependudukan misalnya perubahan data atau mengurus dokumen untuk kepentingan anaknya sekolah atau lainnya. Maka dipastikan data di I KK tersebut akan terhapus.

“Verifikasi dilakukan pusat, kalau dalam waktu lima tahun tidak melakukan kegiatan kependudukan di KK – nya, otomatis sistemnya mendelet sendiri. 1 KK hilang,” katanya.

Agar data kependudukan di Bintan valid, Yudha mengimbau masyarakat Bintan yang belum terekam supaya melakukan perekaman KTP elektronik. Di sisi lain, Disdukcapil Bintan mengalokasikan anggaran di APBD 2018 untuk membangun bank data atau warehouse. Data ini akan terlink ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bintan. Agar setelah verifikasi semester yang dilakukan pusat, data terakurat bisa disajikan ke seluruh perangkat daerah di Bintan.

Yudha menambahkan, Disdukcapil juga akan mengupayakan program server barcode. Ini wajib dilakukan untuk indeks kepuasan masyarakat dalam pelayanan kependudukan di Bintan.

“Dengan scaner berbarcode berkas yang masuk di kecamatan akan di scan, lalu ketika berkas sudah sampai di pelayanan akan di scan lagi, masuk di kasi dan kabid untuk validasi pun di scan sehingga pemohon bisa memonitor berkasnya,” katanya. (cr21)

Respon Anda?

komentar