Petugas satgas kebersihan dari DLH Kota Batam memindahkan sampah perumahan dari atas mobil ke Bin kontainer TPS di Dapur 12 Sagulung, Senin (17/7). Sampah saat ini diambil alih oleh Kecamatan supaya lebih mudah jangkaun dan pengaturannya. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Petugas kebersihan DLH Kota Batam mengangkut sampah di Komplek Tunas Regency, Sagulung, Selasa (18/7). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam akan menerapkan uji coba retribusi sampah non tunai pada perusahaan dan badan usaha yang ada di Batam. Hal ini dikatakan Kepala DLH Kota Batam, Dendi Purnomo, Selasa (1/8).

Saat ini pihaknya tengah mendata berapa jumlah badan usaha dan perusahaan yang mendapatkan layanan sampah dan akan dikenakan retribusi non tunai. Rencananya, DLH akan menerapkan retribusi non tunai September mendatang.

Dia menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih menyusun aplikasi yang akan digunakan dalam mendukung pelaksanaan retribusi ini, termasuk bank yang siap menjadi pendukung program ini. “Ya ke depan tak ada yang tunai lagi,” sebutnya.

Sebelumnya, pemerintah juga berusaha menggunakan jasa orang ketiga dalam pungutan ini, namun dua mitra tersebut mengalami kegagalan, dan sekaran pihakanya harus berfikir mencari alternatif lain yakni menggunakan jasa perbankan.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardiwinata mengatakan seluruh transaksi pembayaran di lingkungan Pemko Batam harus non tunai, tidak ada lagi yang menggunakan uang tunai. “Semua harus non tunai, ini guna mendukung program pemerintah, sesuai dengan arahan pak wali, jangan ada lagi yang tunai,” sebutnya.

Sebelumnya, seluruh instansi juga telah mengikuti sosialisasi mengenai non tunai ini. “Alhamdulillah seluruhnya sudah menjalankan, dan kita inginnya retribusi sampah ini juga bisa non tunai,” ujar Ardi.

Menurutnya instansi terkait yakni DLH harus bekerja cukup keras untuk merealisasikan sistem non tunai ini. September ini mereka akan mencoba menerapakan di perusahaan atau badan usaha terlebih dahulu, ke depan baru rumah tangga.

Dengan target yang cukup besar yakni Rp 23 miliar, DLH diharapkan bisa memenuhi target pendapatan retribusi, bahkan kalau bisa sistem non tunai ini bisa meningkatkan pendapatan dari retribusi sampah.

“Kita harapkan semua bisa berjalan dengan baik, sehingga tahun depan sudah non tunai semua, dan DLH mencapai targetnya,” tutupnya.(cr17)

Respon Anda?

komentar