Masyarakat dapat mengetahui informasi cuaca di layar yang di pelabuhan Karimun. Diharapkan masyarakat banyak mengkonsumsi air putih selama musim kemarau ini, terutama yang melakukan perjalanan. F. Tri/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, memprediksi diawal bulan Agustus ini akan memasuki musim kemarau dengan terjadinya perubahan cuaca yang cukup panas. Namun, kalau dibandingkan musim kemarau beberapa tahun belakangan tidak begitu parah. Artinya, kondisi musim kemarau kali ini secara umum normal, namun harus tetap diwaspadai terutama terhadap sumber daya air yang harus dipantau.

”Yang paling penting, antisipasi yang perlu dilakukan terkait dengan kebakaran hutan maupun lahan kosong,” terang Observer BMKG Karimun Pande Nyoman Parwata, kemarin (1/8).

Kebakaran lahan atau hutan yang ada di provinsi Riau sudah terjadi. Sehingga, perlu kewaspadaan kita semua terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan maupun lahan kosong yang banyak rumput keringnya.

”Kondisi cuaca saat ini, terlihat mendung namun belum pasti turun hujan. Sedangkan, cuaca diperairan Karimun dan sekitarnya harus waspada terhadap arus laut yang cukup kuat. Terutama pada siang hari, ombaknya cukup besar tapi masih bisa untuk pelayaran,” ungkapnya.

Sementara prakiraan cuaca, pada pagi, siang, sore masih didominasi dengan cerah berawan yang suhu berkisar 25 sampai dengan 33 derajat celsius. Sedangkan, angin bertiup didominasi dari arah Tenggara dan Selatan dengan kecepatan rata-rata 5 knot. Kemudian, untuk gelombang di perairan Karimun dan sekitarnya berkisar dari 0.2 sampai dengan satu meter.

”Kita himbau kepada masyarakat, agar sering-sering minum air putih untuk menghindari dari dehidrasi. Terutama yang beraktivitas di laut maupun di tepi pantau,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas di pelabuhan baik pelabuhan bongkar muat maupun pelabuhan penumpang seperti biasa. Kendaraan lalu lalang mengangkut barang yang turun dari kapal, sedangkan para calon penumpang yang akan berangkat tidak ketinggalan membawa botol air mineral.

”Buat minum di jalan bang. Lihat dari layar BMKG, yang diprediksi masuk kemarau,” kata Kahar salah seorang penumpang yang akan berangkat ke Selatpanjang.(tri)

Respon Anda?

komentar