batampos.co.id – Anggota DPRD Kota Batam Komisi I, Tumbur Sihaloho menilai keamanan di Bandara Internasional Hang Nadim perlu ditingkatkan. Hal tersebut disampaikannya menyikapi terbakarnya empat ruangan kantor FTO (Freight Terminal Operation) di Bandara Hang Nadim, Selasa (1/8) lalu.

“Peristiwa ini karena kurangnya safety dari pihak pengelola dan ini harus segera diperbaiki,” kata Tumbur, Jumat (4/8).

Menurut dia, peristiwa itu merupakan yang kedua kali terjadi pada tahun 2017, dimana sebelumnya baterai ponsel meledak dalam kargo pada 17 Maret 2017. Kejadian ini tentu mengancam keselamatan penumpang.Selain keamanan, ia menilai, penempatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di Bandara Hang Nadim perlu ditingkatkan. Sehingga kedepan kejadian yang merusak citra Batam tersebut tidak terulang.

“Masukan tersebut hendaknya dijadikan bahan pertimbangan Bandara. Karena dengan kejadian-kejadian seperti ini juga menyangkut nama baik Batam ditingkat internasional,” imbuhnya.

Anggota komisi I lainnya, Yudi Kurnain mendesak agar BP Batam memberikan sanksi tegas kepada pengelola Bandara IHang Nadim, karena dengan kejadian ini bisa berpotensi membahayakan keselamatan para penumpang.

“Harus ada sanksi tegas. Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ucapnya.

Sebelumnya, gudang perkantoran tempat penyimpanan dokumen-dokumen kiriman Bandara Internasional Hang Nadim terbakar, Selasa (1/8) sekira pukul 14.35 WIB.

Bandara Internasional Hang Nadim terus berbenah meningkatkan fasilitas dan pelayanannya.. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Kebakaran di gudang perkantoran itu melalap flapon salah satu ruangan perkantoran FTO (freight terminal operation) yang berada sekira 25 meter dari gudang cargo Bandara. Diduga api berasal dari salah satu ruangan tengan perkantoran bagian flapon.

“Dari hasil penyelidikan tim INAFIS api berasal dari hubungan arus pendek listrik,” kata Suwarso.

Dari 20 ruang kantor tersebut, terindentifikasi 4 ruangan yg terkena penyebaran api sedangkan 5 ruangan kanan kiri terpaksa ikut terkena siraman air dari 2 unit mobil pkp-pk bandara dibantu 2 mobil pbk bp batam. Dari data di lokasi 10 ruangan lokasi depan tidak terkena musibah kebakaran.

“Malam itu juga kami langsung melakukan pembenahan khususnya mengutamakan jalur kabel instalasi listrik agar ruangan yg tidak terkena musibah dapat segera berfungsi kembali,” ujarnya. (rng)

Respon Anda?

komentar