Salah satu instalasi SPAM yang mangkrak karena kedua mesinya tidak berfungsi alias rusak. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Musim kemarau mulai menghantui masyarakat di Kecamatan Seri Kuala Lobam. Pasalnya, beberapa sumur warga mulai menyusut. Sementara itu, dua mesin sistem penyediaan air minum (SPAM) di kecamatan belum beroperasi karena setahun mangkrak.

Warga Perumahan Taman Surya Indah Desa Teluk Sasah, Ratna mengeluhkan, air di sumurnya mulai menyusut karena memasuki musim kemarau. Diakuinya, untuk kebutuhan harian, dirinya memanfaatkan air sumur meski sebenarnya di perumahannya dilalui jaringan instalasi SPAM. “SPAM tak jelas,” keluh ibu tiga anak tersebut.

Warga di LDII Perumahan Lobam Mas Asri, Irza juga mengeluhkan air sumurnya berkurang. Karena itu, dirinya memanfaatkan air sumur milik bersama meski harus antre. Disinggung soal SPAM, ia mengaku sudah setahun lebih airnya tidak mengalir.

“Pipa (SPAM) di rumah rencananya mau saya ganti untuk gas saja. Karena tidak ada airnya,” katanya bercanda.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bintan, Umar Ali Rangkut juga mengakui, beberapa warga di Kecamatan Seri Kuala Lobam sudah mengeluh kurangnya air. Sebenarnya persoalan air bersih di Seri Kuala Lobam mampu ditangani apabila pengelola SPAM serius. “Mereka terus obral janji, dan tidak pernah terbuka ke kami. Setiap ditanya, katanya akan segera beroperasi, tapi kenyataannya belum,” katanya.

Komisi yang membidangi pembangunan ini, kata politisi PDI Perjuangan ini akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pengelola dan Pemerintah Kecamatan Seri Kuala Lobam untuk mencari solusi terbaik.

Pengelola SPAM, Regar membenarkan, dua mesin masih rusak. Onderdil yang dipesan ke Tiongkok, juga belum datang. “Kita tidak punya solusi, tunggu dari PU seperti apa (solusinya). Bantuan yang kita minta untuk perbaikan juga belum diberikan,” kata Regar.

Di sisi lain, Waduk Sei Jago Tanjunguban mengalami penyusutan debit air sekitar 5 centimeter. Penyusutan dinilai masih wajar karena produksi air per hari masih berkisar 2.500 liter kubik. “Kalau kemarau berkepanjangan sampai 3 bulan, mungkin air baku kita hanya cukup sampai 6 bulan. Tapi mudah-mudahan kemarau yang baru mulai ini, tidak lama,” harap Kepala PDAM Cabang Tanjunguban, Mamat. (cr21)

Respon Anda?

komentar