ilustrasi Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Batam ternyata masih menarik bagi investor asing. Terbukti, jumlah penanam modal asing (PMA) yang ingin berinvestasi di Batam terus bertambah. Yang terbaru, ada dua PMA yang memastikan akan membangun perusahaan di Batam dengan total investasi sebesar Rp 100 miliar. Jika sudah beroperasi, kedua perusahaan itu bakal merekrut sedikitnya 150 pekerja.

Kedua investor itu masing-masing PT Shin Preform Plastic dan PT Mes Machinery Indonesia. PT Shin Preform Plastic berasal dari Taiwan dan memproduksi produk berupa kemasan, botol, dan kotak berbahan plastik.

Direktur Utama PT Shin Preform Plastic, Wang Po Hsun, mengatakan perusahaannya akan dibangun di atas lahan seluas 128 meter persegi di Kawasan Industri Tunas Bizpark. Ia mengklaim, nantinya perusahaannya akan mampu mengekspor produk senilai 360 ribu Dolar AS per tahun.

“Kami sudah melakukan tinjauan perkembangan ekonomi di sini, dan Batam memiliki ekonomi yang bagus. Selain itu kantor pusat meminta agar perusahaan bagi-bagi investasi ke wilayah Asia Tenggara,” kata Wang setelah selesai mengurus delapan perizinan dengan program Izin Investasi 3 Jam (i23J) di Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (2/9).

Wang juga mengungkapkan kalau Indonesia merupakan negara tujuan investasi kedua setelah Tiongkok.

“Kami akan menyerap tenaga kerja sebanyak 50 orang karena memang khusus untuk mesin industri,” jelasnya.

Ia mengatakan setelah perizinan selesai, maka pada Kamis (3/9) hari ini pihaknya sudah bisa mulai pembangunan perusahaan. Langkah pertama adalah dengan memasukkan mesin-mesin produksi.

“i23J merupakan program perizinan yang cepat dan efektif. Kami sangat terbantu,” ungkapnya.

Sedangkan PT Mes Machinery Indonesia merupakan perusahaan asal Jepang. Perusahaan ini menanamkan modalnya sebesar Rp 50 miliar dan mempekerjakan 100 orang tenaga kerja.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan perusahaan ini akan menempati lokasi milik PT Nippon Steel di Tanjunguncang sebagai basis produksinya.

“Perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan industri alat berat seperti gentry crane, yakni alat pengangkat dan pemindah barang di pelabuhan,” jelasnya.

Dalam setahun, kata Andi, perusahaan ini akan mampu memproduksi 20 unit gentry crane. Dengan hadirnya dua perusahaan ini, maka sudah ada sembilan perusahaan yang menggunakan jasa i23J tahun ini. Antara lain Blackmagic (Australia), Esun (Singapura), LNG (Singapura), Enerco (PMDN), Infocus (Malaysia), Sharp (Taiwan), dan Asus (Taiwan).

“Ini membuktikan kalau Batam masih menarik dan mudah-mudahan bisa menarik investor lainnya,” terang Andi. (leo)

Respon Anda?

komentar