Desa Pengujan Dilirik Investor

Bupati Bintan Apri Sujadi memukul kayu menandakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Desa Pengujan, Jumat (4/8). F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi melakukan peletakkan batu pertama pembangunan jembatan sepanjang 280 meter di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (4/8). Sejalan itu, diungkapkannya ada investor yang tertarik mengembangkan resort.

“Ada investor yang melirik potensi wisata di daerah seberang (Dusun III),” kata Apri.
Apri mengatakan, keinginan investor menanamkan modalnya di Desa Pengujan harus didukung. Terlebih, Desa Pengujan secara tata kelola serta ruang ditetapkan menjadi wilayah pariwisata.

Apri juga mengatakan pembangunan jembatan adalah amanah dari masyarakat. Dua tahun lalu dirinya bersama Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menampung aspirasi masyarakat yang kala itu meminta pembangunan jembatan sebagai akses kedua dusun yang terbelah selat. “Transportasi masyarakat hanya pokcai. Kalau ada keluarga yang sakit di malam hari, bisa dibayangkan sulitnya,” ungkapnya.

Di tahun ini, katanya pembangunan jembatan baru terealisasi. Tahap awal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mengalokasikan pagu anggaran sekitar Rp 5,4 miliar dari total anggaran sekitar Rp 14 miliar. “Kami harapkan tahun depan dapat dibantu dewan agar jembatan benar-benar terealisasi,” katanya.

Selesainya jembatan, diharapkannya, semakin memudahkan akses tiga dusun dan memberikan dampak ekonomi. Dia juga berpesan, setelah selesainya jembatan, masyarakat dapat menjaganya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bintan, Junirianto, pembangunan jembatan sepanjang 280 meter akan dikerjakan dua tahap. Tahun ini, dengan menelan anggaran sekitar 5,4 miliar akan dikerjakan pembangunan jembatan sepanjang 200 meter.

“Dari dusun II 120 meter, dari dusun III 80 meter, dengan lebar 3,6 meter,” katanya.
Tahap kedua, masih kata Juni, akan dibangun dari dua dusun masing-masing 80 meter, dengan lebar 4 meter. “Diperkirakan anggaran di tahap kedua sekitar RP 8,5 miliar,” jelasnya.

Pembangunan jembatan, menurutnya, memerlukan biaya yang besar. Karena itu, untuk konstruksinya digunakan rangka baja. “Diharapkan dua tahun selesai,” harapnya. (cr21)

Respon Anda?

komentar