Dua Jambret Dibekuk

KASAT Reskrim, AKP Dwihatmoko Wiroseno (kiri) didampingi Iptu Binsar sedang menunjukkan dua tersangka jambret dan barang bukti. F. Sandi/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Buser Satreskrim Polres Karimun menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau jambret yang sudah meresahkan warga, khususnya perempuan yang menjadi sasaran korbannya.

“Hasil penyelidikan yang kita lakukan, akhirnya mengetahui penjambret yang selama ini meresahkan warga Tanjungbalai Karimun. Pada hari Kamis (3/8) dipimpin Ipda Azakua selaku Kanit Buser langsung turun menangkap satu penjambret yakni Saipul alias Adi yang tinggal di Komplek Taman Mutiara Karimun (TMK),” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin melalui Kasatreskrimnya, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Jumat (4/8).

Saat digerebek tim buser, Saipul ada di dalam rumahnya. Setelah itu tim langsung menangkapnya. Kepala penyidik, Saipul mengaku tak sendirian saat menjambret di kawasan Sei Ayam Tebing pekan lalu. Ia bersama satu rekannya yang bernama Jang. Dari pengakuan Saipul, tim buser langsung meluncur ke rumah Jang di Bukit Tembak.

“Penangkapan Saipul dan Jang dilakukan tanpa ada perlawanan. Hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka telah melakukan tujuh kali jambret dalam beberapa pekan terakhir. Korbang yang membuat laporan hanya empat orang. Total kerugian dari laporan keempat korban jambret ini Rp 9 juta dan beberapa unit ponsel,” terang AKP Dwihatmoko.

Dari penangkapan kedua pelaku jambret ini, polisi juga menyita satu unit sepeda motor yang digunakan dalam beraksi.

Disinggung otak pelaku jambret, AKP Dwihatmoko menyebutkan bahwa otak penjambretnya adalah Saipul. Tiap beraksi ia selalu mengajak rekannya yang tak hanya Jang, tapi berganti-ganti.

“Masih ada dua rekan Saipul yang juga ikut menjambret yakni berinisial E dan P. Keduanya saat ini masih dalam pengejaran. Selain itu, masih ada dua unit sepeda motor yang juga sedang kita cari, karena ikut digunakan untuk aksi kejahatan,” kata Dwihatmoko.

Kepada penyidik, Saipul beralibi kalau aksi menjambret yang ia lakukan untuk mencari biaya berobat istrinya.

“Saat pertama menjambret, saya dapat Rp 200 ribu saja, itupun saya bagi dua dengan rekan saya. Uang segitu tak cukup untuk membiayai persalinan istri saya. Makanya saya kembali menjambret biar dapat tambahan uang untuk persalinan lagi,” ujar Saipul. (san)

Respon Anda?

komentar