Perusda PHK Semua Karyawan

Rapat kerja komisi III DPRD Natuna bersama Pemkab Natuna dan perwakilan Perusda di Gedung DPRD Natuna, beberapa waktu lalu. F. Aulia Rahman/ Batam Pos.

batampos.co.id – Perusahaa Daerah (Perusda) Natuna kini betul-betul sudah kolaps. Tidak adanya sumber pendapatan yang seimbang dari pengeluaran, menyebabkan manajemen Perusda membuat keputusan merumahkan seluruh karyawan. Hal ini dibenarkan Ketua Badan Pengawas Perusda Natuna, Hermanto.

Sejak bulan Juni kemarin Perusda Natuna sudah menghitung hutang gaji karyawan ditambah pesangon mencapai Rp 2,5 miliar. Jumlah tersebut sangat sulit untuk dipenuhi perusda. Makanya diambil keputusan untuk merumahkan seluruh karyawan.

Gaji karyawan Perusda sendiri sejak tahun lalu hingga saat ini belum dibayarkan. Kondisi tersebut terjadi karena sektor usaha yang selama ini dikelola Perusda, seperti pengoperasian listrik pedesaan dan sejumlah usaha lainnya, terpaksa tutup karena kebijakan pemerintah.

“Sebelumnya karyawan Perusda sebanyak 42 orang. Kita tak mampu bayar gajinya sejak tahun lalu. Pendapatan tak sebanding beban kewajiban operasional seperti gaji, bayar listrik, air dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dan saat ini dengan kebijakan ini katanya, Perusahaan plat merah ini berjalan tanpa karyawan dan kini tersisa tinggal pejabat tertinggi perusahaan yakni Direktur Utama (Dirut). Sementara mulai jabatan direksi, manajer, staf dan tenaga lapangan sudah dirumahkan semuanya.

“Sekarang tinggal tersisa dirut dan empat orang Badan Pengawas saja yang masih tercatat di Pemerintah,” sebut Hermanto.

Dengan kondisi utang perusahaan mencapai Rp 2,5 miliar tersebut, Perusda hanya fokus menyelesaikan persoalan utang. Hingga Desember mendatang, Perusda tidak merencanakan unit usaha untuk dikembangkan.

“Aset Perusda akan dilepas untuk lunasi utang Rp 2,5 miliar itu. Prioritasnya bayar utang gaji dulu. Sampai sekarang kami badan pengawas juga tidak terima gaji,” ujarnya. (arn)

Respon Anda?

komentar