batampos.co.id – SMAN 1 Toapaya, mendapat bantuan 8 unit mesin pemecah sampah dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Jumat (4/8).

Pemberian bantuan ini merupakan bentuk dukungan Pemprov Kepri, dalam mewujudkan terciptanya lingkungan sekolah yang bersih bagi sekolah yang menyandang Adiwiyata.

“Sedikit bantuan ini semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, demi meningkatkan kebersihan di lingkungan sekolah,” ujar Kadisdik Provinsi Kepri, Arifin Natsir, Jumat (4/8).

Ia menjelaskan tujuan dari program sekolah Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah, agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan, serta pembangunan yang berkelanjutan.

“Program Adiwiyata dikembangkan berdasarkan norma-norma dalam berperi kehidupan yang diantara lain meliputi kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam,” terangnya.

Arifin berharap semua sekolah SLTA yang ada di Bintan, tentunya bisa menjadi sekolah Adiwiyata

Kepala Sekolah SMA 1 Toapaya, Safridas menuturkan semenjak terpilihnya sekolah tersebut sebagai sekolah Adwiyata, pihaknya tentu membutuhkan pengawas sekolah dalam menjaga adiwiyata tersebut, hingga terus berkelanjutan.

“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah memberikan sumbangsihnya, dan kami juga butuh pengawas untuk ditempatkan di sekolah ini,” ungkap Safridas.

Turut hadir dalam pemberian bantuan tersebut, diantaranya Kadisdik Bintan, Bidang Asisten pemerintahan Bintan, sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan, serta beberapa Kepala Sekolah binaan adiwiyata di bawah naungan SMAN 1 Toapaya.(cr20)

Respon Anda?

komentar