Kemenpar Jalin Kolaborasi dengan Martha Tilaar

foto: marthatilaarspa.com

Kementrian Pariwisata (Kemenpar) membuka pintu kerjasama dengan semua industri atau pelaku bisnis. Terutama industri yang produknya sudah dipasarkan masif baik dalam dan luar negeri. Salah satunya produk kosmetik Martha Tillar, yang diajak berkolaborasi memperkuat brand melalui co-branding. Rencananya, MoU Co-Branding itu akan digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona pada Kamis 10 Agustus 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto mengatakan, komitmen Martha Tilaar untuk mengenalkan kekayaan alam dan budaya terlihat dari bahan baku pembuatan kosmetik berasal dari nusantara dan sangat mengusung kekayaan alam tanah air.

“Kosmetik itu menjadi suatu kebutuhan bagi wanita saat ini, Marta Tilaar hadir untuk itu.Sekaligus mengangkat keunikan destinasi wisata lewat brand unggulannya, Sariayu. Co-branding Wonderful Indonesia ke produk kosmetik ini sangat efektif, karena bisa mempromosikan Indonesia,” ucap Esthy di Jakarta, Sabtu (5/8).

Lebih lanjut Esthy menjelaskan, kolaborasi ini bisa meningkatkan branding Wonderful Indonesia (mancanegara) dan Pesona Indonesia (nusantara) agar lebih terkenal. Melalui produk-produk Martha Tillar yang di ekspor di berbagai negara.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Martina Berto Tbk, Bryan Tilaar mengungkapkan, Sariayu Tren Warna 2017 mengangkat tema Insipirasi Gili Lombok. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah mengembangkan kawasan Mandalika, salah satu dari 10 Destinasi Prioritas.

Lombok sendiri merupakan salah satu dari 10 desinasi prioritas untuk wisaya bahari, yaitu wisata pantai, wisata bentang laut dan wisata bawah laut. Tahun lalu Lombok juga meraih penghargaan di ajang wisata halal dunia yakni sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination.

Rangkian produk Sariayu Insipirasi Gili Lombok yang diklaim telah mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI ini nantinya akan dipasarkan ke dalam negeri serta diekspor ke beberapa target pasar di kawasan Asia Pasifik.

“Lewat produk ini, kami akan secara langsung mempromosikan Wonderful Indonesia ke kalangan internasional sekaligus berharap agar bisnis kami dapat tumbuh. Target kami tiap tahun ekspornya bisa naik 10%-30%,” kata Bryan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dalam ilmu branding mengenal apa yang disebut co-branding. Sederhananya, co-branding adalah partnership antara dua brands yang berbeda. Tujuannya adalah sinergi agar sama-sama memperoleh impact yang tinggi.

Definisi paling gampang dari sinergi adalah 1 + 1 = 3, bukan 2. Artinya, ‘the whole is bigger than the parts’, hasil gabungan lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya. Dengan ber-cobranding maka kekuatan brand equity-nya akan melesat berlipat-lipat.

“Yang terjadi bila berkolaborasi adalah image Aqua terangkat menjadi ‘local champion yang mengglobal’. Sementara brand Danone pun terangkat menjadi ‘global champion yang melokal’. Hasilnya adalah win-win partnership yang menghasilkan entitas gabungan yang jauh lebih powerful,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Selain Martha Tilaar rencananya 16 brand yang akan melakukan MoU. Semuanya terbagu dalam dua kategori mitra food dan non food. Brand-brand tersebut antara lain Achilles, Garuda Food, Plygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sunpride, Sarinah, Sekar Group, Krisna Oleh-oleh, Secrect Garden, Sababay Wine, Bon Gout, Martha Tilaar, Malang Strudle dan Batik Trusmi.(*)

Respon Anda?

komentar