Bulan Ini Sidang Penetapan SMRS Sebagai Pahlawan Nasional

Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. F. Istimewa

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga M Ishak yang juga sebagai pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) mengajak, seluruh masyarakat di Provinsi Kepri khususnya masyarakat Kabupaten Lingga untuk membantu upaya Pemkab Lingga, tim perumus dan penyusunan dokumen perjuangan Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS), Pemprov Kepri dan Tim Pengkaji dan Penilai Gelar Daerah (TP2GD) Kepri, dengan doa.

Sebab, kata M Ishak, ketentuan penetapan SMRS sebagai pahlawan nasional tidak lepas dari doa yang dipanjatkan sehingga menjemput keridoan dari Tuhan. Walau seluruh usaha yakni pelengkapan dari berbagai dokumen dan prosedur yang dibutuhkan telah terpenuhi namun ketentuan Tuhan sebagai penentunya.

“Perlu masyarakat membantu dengan doa karena sidang penetapan SMRS sebagai pahlawan nasional akan berlangsung pada Agustus ini,” ujar M Ishak, Senin (7/8) pagi.

Melalui tahapan yang cukup panjang, Ishak menjelaskan, seluruh syarat, kelengkapan dan prosedur yang diminta oleh Kementerian Sosial RI telah dilengkapi Pemerintah Provinsi bersama Pemkab Lingga. Salah satu yang diperlukan yakni dokumen SMRS telah diserahkan Bupati Lingga kepada Gubernur Kepri pada Jumat (10/3) lalu.

Kemudian, masi Ishak, dokumen yang ada telah melalui proses sesuai aturan dan sidang oleh TP2GD Kepri. Selanjutnya Provinsi Kepri menyerahkan bekas dan dokumen yang telah diproses tersebut kepada Kementerian Sosial RI pada Kamis (20/4) lalu.

“Proses itu masih panjang lagi, setelah Kemensos RI mengecek berkas SMRS, mereka menyerahkan berkas itu kepada TP2GD pusat,” ujar Ishak.

Seperti diketahui dari sejumlah pakar sejarah dan sejumlah buku-buku yang memuat tentang sejarah perjuangan SMRS, sangat besar perjuangan dan dharmabakti SMRS melawan penjajahan. Bahkan SMRS semestinya mendapat gelar pahlawan Tamadun Melayu.

Bahkan Ishak mengenang jasa SMRS dan perjuangan beliau sehingga menjadikan Bunda Tanah Melayu hingga saat ini. Perjuangan SMRS, berdampak besar bagi kelangsungan negeri pada masanya.

“Tidak tahu bagaimana nasib dan keberadaan Negeri Bunda Tanah Melayu ini jika SMRS tidak melakukan perlawanan terhadap Belanda saat itu. Sepatutnya seluruh masyarkat menyampaikan doa dan mengenang jasanya,” tutup Ishak. (wsa)

Respon Anda?

komentar