Tinggal di Pesisir, Laut Harus jadi Beranda Rumah

Menteri Susi foto bersama nelayan dan ahli waris penerima klaim asuransi serta menyerahkan bantuan kapal tangkap dan bantuan alat tangkap kepada nelayan di Natuna. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti meminta pihak Pertamina memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Natuna dalam pengelolaan sampah non organik dengan mengibahkan mesin pengayak sampah untuk dikelola masyarakat di pesisir.

Susi juga menegaskan bahwa untuk menjaga wilayah laut perbatasan agar tetap aman, dibutuhkan konsistensi dan keseriusan pemerintah dan aparat keamanan yang berwenang di lautan.

“Kita juga nggak bisa memagari laut. Karena luasnya batas laut Natuna ini. Mau jejerin kapal KRI juga nggak bakal bisa. Cara kita memagari laut ya dengan konsistensi dan keseriusan. Tapi kalau aparat bisa disuap, hukum bisa dibeli, izin diperjualbelikan, selesai semuanya,” ujar Susi.

Kunjungan beberapa hari di Natuna, Kementrian Kelautan dan Perikanan menyerahkan bantuan kapal tangkap kepada sejumlah kelompok nelayan, satu unit kapal dengan nilai Rp 2 miliar lebih, menyerahkan bantuan alat tangkap ikan berupa bubu dan jaring senilai Rp 1,9 miliar.

Dikatakan Susi, perhatian pemerintah kepada masyarakat nelayan di Natuna diharapkan adanya apresiasi dari masyarakat nelayan. Dengan menjaga kelestarian laut, tidak buang sampah ke laut. Tidak gunakan alat tangkap yang merusak, portasium dan bom ikan.

Dalam pertemuan dengan ratusan nelayan tersebut, Susi mengajak masyarakat pesisir di Natuna untuk merubah pola pandang dalam membangun rumah di pesisir. Agar lebih ramah lingkungan dan ramah terhadap laut.

“Laut itu masa depan kita semua. Masa depan anak cucu kita semua. Jangan laut dijadikan halaman belakang, tetapi beranda depan rumah kita,” sebut Susi tegas.

Susi mengatakan, tiga hari di Natuna ia sudah melihat langsung kondisi pantai. Dan banyak sampah plastik berserakan dipesisir pantai di pulau-pulau di Natuna. Mulai tahun ini, moto Natuna mengurangi sampah di laut harus didukung pemerintah daerah.

“Pak Bupati dan Bu wakil Bupati, moto tidak buang sampah dilaut harus digalakkan mulai sekarang. Rumah warga di pesisir pantai juga harus dirumah. Sekarang dapurnya menghadap ke laut itu dibalik, laut menjadi beranda depan rumah. Supaya tidak lagi buang sampah ke laut, terutama nelayan yang terima bantuan pemerintah,” tegas Susi.

Dikatakan Susi, laut Natuna sangat indah. Namun selama berkiling lewat udara, didapati terumbu karang yang sudah rusak akibat penggunaa portasium dan bom ikan. Bahkan menemukan lima gerombolan kapal ikan asing, namun berkamuplase sebagai kapal ikan lokal.

Susi menegaskan, jika masyarakat tidak membantu dan bekerjasama melestarikan laut yang indah. Maka kebijakan larangan penangkapan oleh nelayan asing akan dicabut, dan membiarkan kapal tangkap Vietnam, Thailand menangkap di laut Natuna. (arn)

Respon Anda?

komentar