Ruang tunggu pembuatan kartu pencaker AK-1 di Disnaker tampak sepi. Biasanya ruang tunggu tersebut selalu dipenuhi warga yang hendak membuat kartu pencaker AK-1 untuk persyaratan mencari kerja. F. Tri Haryono/Batam Pos..

batampos.co.id – Dampak lesunya pertumbuhan ekonomi di Kepri, juga berdampak di Kabupaten Karimun dengan menurunnya pembuatan kartu pencari kerja (AK-1) di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian dalam semester pertama tahun 2017. Hal ini disampaikan Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Ikhsan.

“Baru 427 calon pencari kerja yang membuat kartu AK-1 disini,” ungkap Ikhsan, Selasa (8/8) kemarin.

Namun demikian, katanya lagi pada bulan Juli lalu terjadi peningkatan dua kali lipat dikarenakan adanya penerimaan CPNS di kementerian hukum dan ham yang harus membuat kartu AK-1 sebagai persyaratan. Sedangkan, setiap bulannya tidak mencapai 100 orang yang membuat kartu AK-1. Dimana dalam pembuatan AK-1 tidak dipungut biaya.

“Anda tahu sendiri, tidak di Karimun saja pertumbuhan ekonomi sepi. Industri galangan kapal yang ada di kawasan FTZ saja sudah terjadi pengurangan tenaga kerja,” terangnya.

Sementara untuk penyerapan tenaga kerja terjadi paling terbanyak berada di industri galangan kapal yang mencapai ribuan tenaga kerja. Sedangkan, perusahaan yang masih beroperasi hingga sekarang didominasi oleh jasa konstruksi, granit, perhotelan dan galangan kapal.

“Kalau perusahaan masih tetap beroperasi di Karimun, namun buat tenaga kerja dikurangi. Mudah-mudahan disemester kedua ini ada penyerapan tenaga kerja dari berbagai sektor,” harapnya. (tri)

Respon Anda?

komentar