Pelabuhan, Mal, dan Hotel Mulai Dibangun

batampos.co.id – Panbil Group bakal memulai pembangunan pelabuhan, dan kawasan bisnis terpadu di Coastal Area Tanjungbalai Karimun. Hal ini ditandai dengan akan dilakukan peletakan batu pertama, sekaligus syukuran yang dilaksanakan hari ini, Rabu (9/8).

Tahap awal pembangunan kawasan bisnis terpadu di wilayah Kecamatan Tebing yang dilaksanakan PT Jaya Annurya Karimun ini, meliputi pembangunan kantor, pelabuhan, mal, dan hotel. Luas lahan yang digunakan untuk pembangunan pelabuhan, dan kawasan bisnis terpadu mencakup 95 hektare.

“Kita bersyukur, Panbil Group menunjukkan keseriusan, dan tidak main-main untuk membangun kawasan ekonomi baru di Pulau Karimun. Artinya, belum genap setahun mereka (Panbil group, red) sudah menunjukkan aktivitas,” ungkap Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Selasa (8/8) kemarin.

PT Jaya Annurya Karimun sudah menggelar sosialisasi pembangunan pelabuhan, dan kawasan bisnis terpadu yang melibatkan masyarakat dari Kecamatan Tebing, dan Karimun. Pertemuan yang dipusatkan di Balai Haji Kecamatan Tebing itu, membahas rencana tahap awal pembangunan pelabuhan, sekaligus kawasan bisnis terpadu. Dan mendapat respon positif dari masyarakat kedua kecamatan tersebut.

“Intinya, masyarakat Kecamatan Karimun, dan Kecamatan Tebing, sangat mendukung rencana pembangunan kawasan bisnis terpadu, dan pelabuhan. Dengan catatan, masalah ketenagakerjaan, nelayan, dan lingkungan tetap menjadi prioritas yang perlu diperhatikan,” tutur Rafiq.

Gubernur Nurdin Basirun, dan Managing Director Panbil Group Johanes Kennedy Aritonang dipastikan hadir saat peletakan batu pertama, sekaligus syukuran. Tidak ketinggalan, undangan rekan-rekan bisnis, dan sejumlah pejabat di lingkungan Provinsi Kepri.

“Usai peletakan batu pertama, diyakini aktivitas perkantoran untuk mempercepat pembangunan pelabuhan, dan kawasan bisnis terpadu sudah dipusatkan di Karimun. Kita harapkan dalam waktu dua tahun ke depan, pembangunannya sudah selesai,” harap Rafiq.

Direktur PT Jaya Annurya Karimun, Abdul Gapur saat menggelar sosialisasi menyampaikan, pembangunan kawasan pelabuhan dan kota mandiri akan mengubah wajah Karimun menjadi sebuah kota baru yang mandiri. Bahkan menjadikan sebagai pusat destinasi wisata. Oleh karenanya, Panbil Group mengharapkan dukungan dari dari masyarakat demi kemajuan Kabupaten Karimun.

“Tahap awal, PT Jaya Annurya akan membangun kantor proyek, dan dilanjutkan dengan melakukan reklamasi. Selanjutnya, mulai membangun pelabuhan, hotel, dan Mall di atas lahan seluas 5 hektare,” bebernya.

Disampaikan, pembangunan di kawasan seluas 95 hektar nantinya meliputi area komersial terpadu, rumah toko (ruko), komplek olahraga, pelabuhan Roro, pelabuhan feri, pasar rakyat, kawasan tempat tinggal, hotel dan mall.

Nilai investasi yang dikucurkan Panbil Group untuk pembangunan pelabuhan, dan kawasan bisnis terpadu di Tanjungbalai Karimun, mencapai Rp1,5 triliun. Kawasan bisnis terpadu dipusatkan di pesisir pantai sepanjang enam kilometer.

“Kita sudah tandatangan MoU-nya. Dan ini sangat luar biasa. Kita yakin ini akan menggerakkan perekonomian di sana (Karimun, red),” kata Pimpinan Panbil Group, Johanes Kennedy beberapa waktu lalu.

John mengaku potensi investasi di Karimun sangat besar. Dengan pembangunan pelabuhan bertaraf internasional, dan kawasan bisnis terpadu, akan menjadikan daya tarik untuk investor lainnya. “Pelabuhan memang menjadi infrastruktur utama di Kepri,” katanya.

Sementara pembangunan kawasan bisnis terpadu, hotel, dan mall yang dibangun diyakini akan menciptakan kota baru yang nyaman dan aman. Tentunya pembangunnya dibuat dan ditata seindah mungkin.

“Kota yang ada sekarang harus tetap dilestarikan. Tetapi yang baru harus diciptakan. Ini juga untuk mensejahterakan warga yang ada di sana,” imbuhnya. (enl)

Respon Anda?

komentar