Bintan Diminati Pengusaha Budidaya Sapi

batampos.co.id – Iklim investasi di Kabupaten Bintan, kembali bergairah. Hal ini ditandai dengan ketertarikan investor yang sudah mulai melirik Bintan, sebagai tempat yang cocok menanamkan modal untuk usaha.

Salah satunya PT Sebelas Dua Akusara, yang bergerak di bidang usaha pembibitan dan budidaya sapi potong. Ketertarikan perusahaan asing asal Kanada ini dibuktikan telah dilakukannya pengajuan izin prinsip ke Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (BPMPD, PTSP dan TK) Kabupaten Bintan, dengan total nilai investasi sebesar Rp 23 miliar. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan, Saleh Umar.

Ia mengatakan rencana investasi yang akan dibangun di atas lahan 50 hektare, di Kampung Kuala Sempang, Kecamatan Bintan Utara, ini tentunya masih merupakan tahap awal, dan masih harus menunggu proses selanjutnya untuk mencapai kesepakatan.

“Rencana investasi ini masih hanya sebatas pengajuan izin prinsip. Kita belum bisa pastikan apakah nantinya jadi atau tidak, sebab semuanya kembali kepada pengusaha itu sendiri. Tapi yang jelas ini merupakan awal yang baik untuk kemajuan Bintan, yang ternyata diminati investor dari luar,” terangnya.

Saleh menjelaskan rencana investasi yang berlokasi di wilayah Kawasan Free Trade Zone (FTZ) ini, tentunya harus melewati proses panjang. Seperti harus melakukan pengajuan rekomendasi pemanfaatan kelola tata ruang sesuai peruntukan usahanya. Apabila sudah keluar tentunya harus dilanjutkan dengan pengajuan izin lokasi.

“Kalau izin lokasi sudah keluar barulah diurus Hak Guna Bangunan (HGB) ke BPN, hingga nantinya keluar HGB itu atas nama perusahaan tersebut. Terus dilanjutkan dengan mengurus dokumen lingkungannya, seperti AMDAL, IMB, dan lainnya,” sebutnya.

Menurutnya dari mulai diterbitkannya izin prinsip tersebut, tentunya perusahaan ini juga memiliki batas waktu selama tiga tahun untuk menyelesaikan segala kelengkapan persayaratan serta pembangunan yang dipastikan harus sudah berjalan. Sebab apabila melewati waktu yang sudah ditentukan, tentu semua proses ini akan dinyatakan gugur dan batal secara hukum sesuai peraturan yang ada.

“Izin prinsip ini tidak serta merta berlaku untuk selamanya. Kita juga melihat keseriusan dari perusahaan itu. Kalau tiga tahun lokasi lahan yang sudah ditentukan tidak juga mengalami perkembangan baik dari segi pembangunannya tidak berjalan sama sekali otomatis semuanya akan di batalkan. Dan itu sudah diatur,” jelasnya.

Saleh berharap, agar rencana investasi ini tentunya bisa segera terealisasi sepenuhnya hingga mencapai kesepakatan. “Mudah-mudahan ini bisa secepatnya terealisasi. Dengan adanya investasi ini, tentu sangat membantu untuk kemajuan perekonomian Bintan, kedepannya,” imbuhnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar