DPRD akan Fokus Benahi Pelayanan RSUD

Bangunan belum selesai di RSUD Natuna. Tampak seorang pasien dipindahkan ke ruang rawat inap dari ruang utama RSUD kepanasan karena atapnya tidak pernah selesai dikerjakan. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Sofian mengatakan, DPRD Natuna saat ini fokus membenahi pelayanan di RSUD Natuna yang menjadi harapan 80 ribu masyarakat Natuna. Untuk mendapatkan pelayanan maksimal, bukan sebaliknya.

Khususnya Komisi I ini kata Sofian, belum lama ini sudah menggelar rapat bersama pihak RSUD langsung mendengarkan persoalan di RSUD yang dinilai masyarakat sudah stadium IV. Namun diharapkan RSUD dengan periode Bupati sekarang bisa diperbaiki.

“Komisi I sekarang fokus benahi pelayanan RSUD. Supaya masyarakat lebih aman untuk dirujuk ke sana. Apalagi RSUD akan naik kelas, dari tipe C ke tipe B,” sebut Sofian, Rabu (9/8).

Dikatakan Sofian, DPRD berharap ke depannya tidak ada lagi kesan Rumah Sakit pelayanan tidak memuaskan. Apalagi terdapat isu dimasyarakat tentang pelayanan malapraktek. Dan terutama persoalan limbah B3 RSUD.

Komisi I katanya, sudah memberikan tenggat waktu kepada manajemen RSUD agar segera menyelesaikan izin bangunan IPAL yang sudah dibangun selama 10 tahun terakhir dan mengurus AMDAL, agar IPAL beroperasi dengan izin pemerintah.

Bahkan dalam pengamatan Komisi I kata Sofian, terdapat bangunan RSUD yang tidak pernah rampung hingga saat ini. Diantaranya bangunan untuk akses pelayanan utama menuju ruang rawat inap. Sudah dibangun tangganya, namun atapnya tidak dibangun. Dan terdapat satu bangunan tangga menuju Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) dan bangunan tangga menuju Power Suplay (Gedung Mesin) dan Kamar Jenazah

“Padahal aksesnya digunakan untuk menyeberangkan pasien menuju ruang rawat inap dari pelayaan utama rumah sakit,” ujar Sofian.

Bangunan yang tidak selesai tersebut kata Sofian, tidak tercantum pada masterplan RSUD dan tidak termasuk dalam perencanaan dan tidak include dalam penganggaran saat rumah sakit dibangun. Pihak RSUD pun tidak mengetahui persis status dan latar belakang pembangunan tersebut.

“Kami sudah minta pihak rumah sakit, supaya banguna tidak pernah selesai itu ditelusuri penyebabnya. Ini tidak boleh terjadi,” tegas Sofyan. (arn)

Respon Anda?

komentar