Aunur Rafiq. F. Tri Haryono/Batam Pos

batampos.co.id – Pemkab Karimun tahun ini akan memulai pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Belat yang merupakan kecamatan baru dengan Pulau Kundur. Pembangunan jembatan ini akan menggunakan dana dari APBD yang mencapai ratusan miliar rupiah.

”Keinginan pemerintah membangun jembatan antara Pulau Belat yang saat ini statusnya sudah menjadi Kecamatan Belat tidak lain untuk meningkatkan ekonomi. Artinya, jika sudah ada jembatan, maka akan memberikan kemudahan untuk masyarakat yang ada di tersebut ke Pulau Kundur yang merupakan Pulau terbesar yang ada di Kabupaten Karimun. Jika ekonomi sudah meningkat, tentunya akan disusul dengan peningkatan kesejahteraan,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Batam Pos, Rabu (9/8).

Berdasarkan laporan hasil survei dari Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun, panjang keseluruhan jembatan mencapai 400 meter. Tapi, tentunya tidak hanya jembatan yang akan dibangun antar kedua pulau tersebut. Termasuk juga akses jalan akan dibuat bersamaan. Sehingga, total panjangnya mencapai 650 meter. Dan, untuk membangun tersebut membuthkan dana Rp 100 miliar.

”Dengan besarnya dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan pembuatan tersebut, maka sistim pekerjaannya dengan sistim tahun jamak. Saat ini, proses lelang sudah berjalan untuk perencanaan dan detailed engineering design (DED). Dan, diperkirakan pada tahun depan pekerjaan fisik sudah bisa dijalankan. Diperkirakan siap dalam empat tahun. Yang tidka kalah pentingnya dalam pembangunan jembatan ini adalah dukungan dari masyarakat,” jelas Rafiq. (san)

Respon Anda?

komentar