Penyengat Butuh Pembangunan

Iskandarsyah. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Iskandarsyah, menjadi salah satu kandidat potensial untuk memimpin Tanjungpinang lima tahun kedepan. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut sudah bertekad untuk menjadikan Ibu Kota Provinsi Kepri ini berjaya layaknya kejayaan Kerajaan Riau-Lingga yang berpusat di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Menurutnya, untuk mendapatkan keberkahan, pembangunan Tanjungpinang harus dimulai dari Pulau Penyengat.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah, lahirnya Provinsi Kepri ini adalah karena adanya kejayaan Kerajaan Riau-Lingga. Pulau Penyengat sekarang ini, kurang diprioritaskan dalam pembangunan,” ujar Iskandarsyah, Rabu (9/8) di Tanjungpinang.

Legislator Komisi II DPRD Kepri tersebut juga mengatakan, pusara para leluhur yang ada di Penyengat juga tidak diperhatikan. Karena pada teorinya, apabila para pendahulu diutamakan, ia yakin keberkahan akan menghampiri Tanjungpinang. Dijelaskannya, Penyengat bukan saja makam para raja, tetapi ada juga para ulama. Meskipun bukan lahir di Tanjungpinang, tetapi ia tumbuh dan berkembang di Tanjungpinang. Sehingga punya tanggungjawab untuk membangunan Tanjungpinang menuju era kejayaan.

“Spirit kejayaan masa lalu, harus menjadi motivasi bagi kita untuk mengukir kejayaan di masa akan datang. Maka dari itu, kejayaan tersebut harus kita bangkitkan kembali di mulai dari Pulau Penyengat, Tanjungpinang” paparnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepri mengungkapkan mimpinya adalah menjadikan Tanjungpinang, sebagai kota wisata, kota pelajar, dan kota jasa. Dijelaskannya, kenapa Kota Wisata, karena Tanjungpinang sudah terkenal dengan cita rasa kulinernya. Kemudian Kota Pelajar, lantaran Tanjungpinang sudah memiliki Univesitas Negeri yakni, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. Selain itu ada juga Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurahman.

“Sekarang ini adalah memperkuat eksistensi UMRAH dan membangunan sarana dan prasarana pendukung. Sehingga Tanjungpinag menjadi daerah tujuan pelajar untuk menuntut ilmu,” papar pria lulusan Belanda tersebut.

Berikutnya adalah sebagai Kota Jasa, karena Tanjungpinang adalah merupakan tempat berkumpulnya instansi Pemerintah Provinsi Kepri. Ia yakin, Dompak dan Senggarang bisa menjadi nafas baru bagi Tanjungpinang untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi Tanjungpinang sudah dua kali menjadi Ibu Kota Provinsi.

“Bukan saya tamak dengan kekuasaan, tetapi dengan menjadi Kepala Daerah punya wewenang dan pengaruh untuk membangun Tanjungpinang kearah yang gemilang,” tutup Wakil Ketua III DPRD Kepri priode 2009-2014 itu.(jpg)

Respon Anda?

komentar