Dinkes Pemko Batam Temukan Dua Kasus Gizi Buruk

ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam menemukan dua kasus anak di bawah dua tahun (balita) yang mengalami gizi buruk di tahun 2017 ini. Satu diantaranya merupakan balita yang baru dua minggu berada di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan kurangnya pengetahuan orangtua menjadi faktor penyebab gizi buru seperti, pemberian makan yang terlalu dini membuat terganggunya pencernaan bayi, akibatnya bayi tumbuh tapi tidak sebanding dengan usianya.

“Berat badannya menurun, dan kondisi kesehatan bayi memburuk,” kata Didi, Kamis (10/8).

Faktor lain penyebab gizi buruk yakni kurangnya pengetahuan ibu tentang cara pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang benar, dan faktor ekonomi orangtua bayi, dan infeksi penyakit pada balita sehingga mengakibatkan asupan makanan berkurang.

Balita dikatakan gizi buruk dan kekurangan gizi jika berat badannya tidak sesuai kriteria umur dan tingginya dengan ciri badannya terlihat kurus. Penderita gizi buruk harus mendapatkan perawatan agar bisa mendapatkan berat badan yang sesuai dengan usianya.

“Secara keseluruhan Batam tidak masuk daerah yang rawan gizi buruk, namun demikian pihaknya tetap melakukan sosialisari terutama di daerah hinterand atau pesisir. Letak daerah yang jauh dari kota ditakutkan balita tidak mendapatkan asupan gizi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

“Kita rutin sosialisasi ke hinterland, memberikan edukasi tentang pemenuhan gizi balita. Tujuannya agar balita bisa tumbuh dan terhindar dari gizi buruk. Selain itu, juga melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita. ” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai dokter kandungan ini. (cr17)

Respon Anda?

komentar