Bupati Karimun Aunur Rafiq saat live di Batam TV lantai 9 graha pena Batamcentre, Rabu (10/8). Live di Batam TV ini soal dapat adipura Kabupaten Karimun yang dua kali berturut-turut. F. Dalil Harahap/batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun membuktikan diri sebagai daerah yang bersih. Pengakuan tersebut, diwakili dengan didapatnya dua tahun berturut-turut piala Adipura Kirana, yakni tahun 2016 dan tahun 2017.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengungkapkan capaian tersebut tak lepas dari peran semua pihak. Dari pemerintah sendiri, masyarakat hingga pihak swasta. Ia menilai, kesadaran bersama adalah modal utama Karimun meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan ini.

“Harus komitmen bersama tak bisa hanya dinas kebersihan saja. Seluruh komponen harus bergerak,” kata Aunur, sesaat sebelum dialog live di Batam TV, Rabu (9/8) malam.

Untuk itu, upaya sembari menjalankannya program kebersihan seperti biasa, pihaknya mulai membangun kesadaran pada tingkat aparatur sipil negara, baik aparat di instansi dibawah Pemkab Karimun, maupun instansi vertikal dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Karimun. Setelahnya, pihaknya menggelar apel akbar dengan melibatkan masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi pemuda hingga RT/RW.

“Kami bulatkan tekad Karimun BERSIH. Kepanjangannya, beriman, sehat, indah dan harmonis. Empat hal ini yang kita dorong masyarakat kita bergerak aktif dan continue,” katanya.

Tak hanya itu, elemen lain yang tak kalah penting keterlibatannya adalah swasta. Dalam hal ini, kata Aunur, swasta di Karimun turut andil menyukseskan program baik ini. “Swasta, dari perbankan hingga manufaktur bantu melalui CSR. Dari tong sampah hingga mobil pickup. Ini sangat bantu alat yang kami punya,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran hidup bersih juga diajarkan di sekolah-sekolah. Anak-anak wajib pungut sampah lima menit sebelum masuk kelas. “Yang tak kerjakan dihukum, tapi yang edukatif seperti kasih PR,” imbuhnya.

Di Puskesmas, rumah sakit juga tempat-tempat umum lainnya juga digalakkan gerakan peduli kebersihan.

Lanjut Aunur, di Karimun juga ada Bank sampah yang tersebar masing-masing satu di setiap kecamatan. Bank sampah dikelola oleh secara swadaya dibawah binaan instansi terkait berguna sebagai wadah merubah fungsi sampah non organik yang notabenenya limbah jadi punya nilai ekonomis.

Sementara sampah organik, disulap lebih bernilai dengan cara menjadikannya kompos. Ia mengatakan, agar petugas semangat pihaknya sangat memperhatikan kesejahteraan petugas sampah. Bahkan pihaknya punya petugas khusus membersihkan sampah yang tercecer di sekitar bin countainer.

“Setelah ada yang jadi nilai ekonomis dan jadi kompos, sisanya baru dibawa ke TPA. Kami, TPAnya kini Sanitary And Fill dan sudah ada penghijauan, TPA ini penting juga dalam Adipura,” katanya.

Ia mengungkapkan, kesadaran bahwa Kepri, khususnya Karimun dekat dengan negara tetangga dan kerap dikunjungi wisatawan harus bersih. “Kalau sudah komitmen bersama, bangun Karimun yang bersih tak akan sulit. Oh iya, tahun depan (2018) kami akan bangun tugu Adipura,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar