Sejumlah pekerja saat melakukan pengerjaan proyek jalan di Simpang Jama, Rabu (19/7). Pembangunan jalan tersebut nanti bisa mengurangi kemacetan yang terjadi dipersimpangan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) memberikan lampu hijau untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan layang atau fly over di Batam. Setidaknya setelah pembangunan jalan layang di Simpang Kara Jam, Kemenpupera berencana menambah pembangunan empat flyover lagi di Batam.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Batam, Yumasnur mengatakan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 presiden Jokowi-JK, lima flyover dibangun di Batam. Kelima jalan tersebut nantinya berada di Simpang Jam, Simpang KDA, Simpang Panbil, Simpang Punggur dan Simpang Baloi.

“Sudah ada di RPJMN. Namun demikian pembangunan fly over di Batam tapi tentu tidak sekaligus. Kemenpupera tentu akan melihat kesesuaian anggaran mereka,” ujar Yumasnur di DPRD Kota Batam, Kamis (10/8).

Menurut dia, dari hasil informasi terakhir dengan Kemenpupera, setelah jalan layang Simpang Jam selesai dilanjutkan pembangunan flyover di Simpang Panbil pada awal 2018 nanti. Diakui Yumasnur, Wali Kota Batam juga telah meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar flyover Simpang Kabil bisa digesa.

Bahkan, minggu lalu, lanjut Yusmanur, Wali Kota juga sudah menyampaikan ke Dirjen Bina Marga Kemenpupera, agar kelima flyover tersebut bisa dimasukan pada APBN 2018. “Sampai sekarang pembahasan masih berlangsung di pusat. Kita belum bisa memastikan dari empat sisa Fflyover yang mana dikerjakan tahun depan,” tuturnya.

“Yang jelas usulannya sudah disampaikan. Dan mudah-mudahan segera terkabul,” tambahnya.

Ditambahkan Yusmanur, pembangunan flyover ini, sejalan dengan rencana pembangunan jalan tol yang direncanakan Pemko Batam sepanjang 25 kilometer dari Batuampar-Mukakuning-Bandara. “Kita akan diskusikan lagi ke dirjen bina marga. Mudah-mudahan anggaran Kemenpupera banyak, lima titik ini terwujud,” imbuhnya.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Bustamin mengatakan bahwa kepadatan kendaraan di Batam sudah pada tahap mengkhawatirkan, karenanya sudah harus ada solusi kongkrit untuk mengatasi kemacetan.

“Guna mengurai kemacetan, kelima flyover ini sudah sangat dibutuhkan,” kata Bustamin.

Dengan adanya lampu hijau Kemenpupera bahwa pembangunan fly over tersebut dimasukan dalam RPJMN, Bustamin menilai segala hal yang menyangkut tentang pembangunan tersebut, harus dipersiapkan.

“Harapan kita 2018, flyover kedua sudah mulai dibangun. Kedepan tentu saja bukan hanya mengurai kemacetan. Tapi juga meningkatkan sektor pariwisata Batam,” tuturnya. (rng)

Respon Anda?

komentar