Warga yang memprotes white supremasi di Virginia (Drew Angerer/Getty Images)

batampos.co.id РKedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC, Amerika Serikat (AS), meminta WNI dan diaspora Indonesia di Charlottesville waspada. Sentimen berbau rasis yang berkembang di sana dikha­watirkan bisa mengancam keselamatan WNI.

”Kami mengimbau agar mereka waspada, menghindari lokasi kerusuhan, mematuhi arahan pemerintah setempat, dan memperhatikan keselamatan. Kami menyampaikan imbauan melalui SMS dan e-mail blast,” kata Duta Besar RI di AS Budi Bowoleksono kepada Jawa Pos, Minggu (13/8).

Terkait dengan insiden tersebut, Budi memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban. Dia juga mengabarkan bahwa kondisi Charlottesville mulai tenang dan terkendali.

”Menurut data, ada 3.207 WNI di Virginia. Sekitar 80 orang di antara mereka tinggal di Kota Charlottesville. Tidak ada yang jadi korban,” terangnya.

Pakar hubungan luar negeri Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menilai, white supremacy membuktikan bahwa integrasi sosial merupakan sebuah tantangan yang tiada akhir bagi semua negara di dunia, termasuk AS.

”Kejadian ini juga jadi bukti bahwa supremasi kulit putih, yang biasanya diwakili Ku Klux Klan, ternyata sudah terwakili oleh organisasi tanpa bentuk (OTB) yang sulit terdeteksi oleh pemerintah dan masyarakat,” ungkap Teuku.

Teuku menilai, dengan kredibilitas pemerintah AS, diperkirakan tidak akan terjadi eksodus masyarakat nonkulit putih serta pelarian aset mereka. Untuk mempercepat penyelesaian krisis, kata dia, pemerintah AS diperkirakan akan berkonsultasi dengan para tokoh masyarakat di sana. (and/c11/c5/any)

Respon Anda?

komentar