Petugas Museum menyambut kunjungan siswa SMP Negeri 1 Lingga. F. Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pendidikan telah melakukan kerjasama untuk memanfaatkan Museum Lingga Cahaya (MLC) sebagai wadah penambah ilmu sejarah dan kebudayaan Melayu bagi generasi penerus bangsa. Hal ini telah dimulai oleh SMP Negeri 1 Lingga yang berkunjung ke MLC, Sabtu (13/8) pagi.

Dalam kunjungan tersebut mereka memahami segala bentuk Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di MLC saat ini. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan, M Ishak, jumlah BCB yang ada di museum tersebut berjumlah 4869. Terdiri dari beragam jenis dan bentuk benda bersejarah.
“Dengan mengetahui sejumlah benda cagar budaya yang menjadi ciri khas orang terdahulu, tentunya membuat pengetahuan kebudayaan bagi generasi penerus. Sudah kenal tentunya semakin cinta kepada budaya sendiri,” ujar Ishak.
Salah seorang siswa yang mengunjungi misium tersebut mengaku baru mengetahui secara detil sejumlah BCB yang ada di MLC. Selain mengetahui sejumlah benda bernilai sejarah, menjadikan mereka memahami cara hidup pada massa lampau.
Sebagai pengelola Museum Lingga Cahaya yang berada di Daik Lingga, Ishak mengatakan, siswa yang berada di Pulau Singkep tentunya tidak mengalami kesulitan untuk mengunjungi museum tersebut. Hal ini dikarenakan telah beroperasi kapal Roll on Roll off dari Jagoh menuju Penarik dan sebaliknya sebagai penunjang transportasi antar pulau.
Ishak juga mengatakan, saat ini Museum Lingga Cahaya telah memiliki beragam jenis benda cagar budaya. Ada juga benda cayar budaya yang sangat berharga dan memilik nilai sejarah tinggi yang baru-baru ini dimiliki museum yakni berupa gelas dan tekoh yang biasa digunakan Sultan Lingga Riau yg terahir, Abdurahman Muazamsyah dalam kesehariannya.
“Untuk menjaga kelestatian BCB kami juga telah meningkatkan pengamanan di Museum Lingga Cahaya. CCTV juga telah terpasang dibeberapa titik,” kata Ishak. (wsa)

Respon Anda?

komentar