Akau Potong lembu yang berdiri sejak puluhan tahun silam, menjadi salah satu wisata kuliner yang menjadi pilihan karena menawarkan aneka makanan dan minuman khas dengan harga relatif murah. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi ekonomi mutakhir Tanjungpinang yang tidak menentu, diharapkan ada jalan keluar yang dirancang pemerintah dengan menggairahkan sektor-sektor yang langsung menggerakkan ekonomi kerakyatan. Hal ini yang kemudian bisa memberikan dampak langsung terhadap perputaran uang masyarakat kecil dan menengah.

Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Petrus Sitohang menilai, sektor wisata kuliner yang kini mulai menggeliat harus dipertimbangkan untuk mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah.

“Apalagi yang bisa langsung memberikan sentuhan kepada ekonomi kerakyatan kecuali sektor pariwisata dan segala aspeknya,” kata Petrus, kemarin.

Sejak beberapa waktu terakhir, sepengamatan Petrus, wisata kuliner di Tanjungpinang mulai bergairah dengan melihat pertumbuhan tempat-tempat makan di Tanjungpinang. Baik itu yang ditata secara terpadu di area pujasera maupun parsial di tepi-tepi jalan.

Kondisi ini, diyakininya adalah gelagat baik jikalau Pemko Tanjungpinang mau memberikan perhatian lebih pada pengembangan wisata kuliner.

Ada banyak cara bisa dilaksanakan. Semisal menggalakkan kembali festival-festival kuliner, pelatihan pengembangan produk kuliner, hingga menyediakan area khusus baru sebagai destinasi wisata kuliner di Tanjungpinang. Sekarang, kata Petrus, tinggal bergantung pada kemauan pemerintah daerah saja.

“Sekarang kan cari makan di Tanjungpinang tidak sesulit dulu. Dimana-mana, kita bisa makan. Kalau fenomena ini diperhatikan, saya yakin akan sangat membantu ekonomi masyarakat. Apalagi coba yang dicari wisatawan di tempat berkunjung kalau tidak wisata kuliner,” ujarnya.

Konsentrasi Pemko Tanjungpinang dalam membangun sektor pariwisata, sambung Petrus, bisa diarahkan pada wisata kuliner. Konsentrasi ini jangka pendek saja. Selebihnya, juga akan semakin mendorong pemerintah untuk segera menyusun konsepsi wisata halal yang mulai ramai di berbagai daerah di Indonesia. (aya)

Respon Anda?

komentar