Bupati Bintan, Apri Sujadi sedang membersihkan drainase yang banyak sampah di Pasar Tradisional Berdikari, Kijang, Kecamatan Bintan Timur.  Kecamatan ini ternyata penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Bintan setiap tahunnya. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bintan, Juni Rianto, mengatakan hingga saat ini pengerjaan proyek pelebaran drainase di Pasar Berdikari Kijang, sudah mencapai 40 persen.

Proyek yang dianggarkan melalui APBD Bintan, sebesar Rp 740
juta, ini akan terus digesa, hingga selesai di pertengahan
bulan Desember, mendatang.
“Alhamdullilah pengerjaan masih terus berjalan. Secara
statistik pengerjaan sudah siap 40 persen. Ini akan terus kita
kejar sesuai dengan kontraknya hingga pertengahan Desember
nanti,” jelas Juni, Rabu (16/8).
Ia menjelaskan pelebaran drainase ini dilakukan untuk
memperlancar jalannya air yang mengalir hingga tembus ke bibir
pantai.
“Selama ini pengaliran air melalui drainase ini memang tembus
sampai ke bibir pantai, tapi sangat kecil. Sehingga sering
mengakibatkan banjir,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan dengan adanya pelebaran drainase ini, dapat
mengatasi banjir yang kerap terjadi di pasar itu (Berdikari,
red),” imbuhnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar