Uji alir air laut olahan di Gedung Operasional SWRO Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Keberlanjutan proses penggunaan Sea Water
Reverse Osmosis (SWRO), Kota Tanjungpinang kembali tertunda.
Setelah menyerahkan hak pengelolaan pada Senin pekan lalu,
pemko kembali menanti serah terima aset SWRO kepada Pemko
Tanjungpinang.
“Memang kemarin sudah diberikan hak pengelolaan kepada kita.
Tapi asetnya kan belum. Ini juga sedang diperbincangkan,”
tutur Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, Rabu (16/8).
Menurutnya belum diserahkannya aset kepada Pemko juga menjadi kendala keberlanjutan proses penggunaan teknologi suling air laut ini. Sehingga, sampai dengan sekarang Pemko Tanjungpinang memilih untuk menanti serah terima aset dilangsungkan.
Persoalan aset tak lantas menjadi satu-satunya kendala
terhambatnya pemanfaatan SWRO. Saat ini Pemko Tanjungpinang juga mencari jalan tengah, terkait anggaran pengoperasiannya.
“Tentunya kita butuh anggaran untuk menggaji tenaga kerja yang menjalankan pengoperasian. Ini salah satunya, dan keperluan lain yang masih kami bahas bersama,” papar Syahrul.
Syahrul mengungkapkan, bahwa Pemko Tanjungpinang mengupayakan agar pengoperasian SWRO dapat segera terlaksana. Dengan mendapatkan jalan keluar terkait kedua hal tersebut, diyakini Syahrul dapat mempercepat pengoperasian SWRO. Berhubung inovasi senilai Rp 97 miliar ini, diharapkan menjadi sumber daya air bersih tambahan bagi masyarakat Tanjungpinang. (aya)

Respon Anda?

komentar