F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Muslim Bidin menegaskan akan menjalankan solusi sementara terkait pelajar terpaksa belajar di musala, karena ruang belajar atau kelas tak cukup menampungnya.

Solusi yang dimaksud adalah, sekolah yang over kapasitas harus menjalankan sistem belajar moving class atau kelas berjalan yang hampir mirip dengan dobel shift.

Kelas belajar sendiri teknisnya adalah memanfaatkan kelas lainnya yang muridnya misalnya sedang mengikuti pelajaran olaraga di luar kelas. Atau memanfaatkan kelas lain yang muridnya pulang sekolah.

“ Intinya kelas pulang sekolah, satu lagi masuk kelas. Satu kelas melakukan kegiatan belajar di luar ruang kelas, kelas di jam kosong itulah yang akan dimanfaatkan murid lainnya. Itu solusi yang saat ini bisa dijalankan. Sebab tak ada lagi solusi selain itu. Kalau solusi permanen atau untuk jangka panjang, ya dengan merevitalisasi sekolah yang bisa dilaksanakan pada tahun depan seperti membangun gedung sekolah tiga lantai, namun secara bertahap, tak bisa sekaligus,” ujar Muslim Bidin, Rabu (16/8).

Muslim mengaku sudah berkunjung ke SD 006 melihat langsung kondisi proses belajar mengajar. Ia tak bisa memaksakan murid SD yang belajar di musala untuk digabungkan masuk ke kelas.

“Kalau kita paksakan masuk kelas semua, itu nggak akan mungkin lagi. Karena kapasitasnya sudah over. Tak mungkin kan dalam satu kelas diisi 50 murid. Kasihan nantinya kalau dipaksakan justru tak efektif proses belajar mengajarnya,” terang Muslim Bidin.

Tak hanya soal kelebihan jumlah murid dalam satu kelas dan kurangnya ruang kelas. Muslim juga mengakui tenaga guru di Batam juga kurang.

“Ya gimana lagi, mau tak mau bagaimana guru bisa memaksimalkan pengajaran ke muridnya dengan sumber daya, dan jumlah tenaga pengajar yang terbatas untuk menghandel jumlah pelajar yang over kapasitas,” kata Kadis yang sudah dua kali menjabat ini.

Muslim Bidin berharap, tahun depan agar semua pihak yang berkompeten mendukung upaya revitalisasi sekolah di Batam untuk mengurai kelebihan jumlah pelajar dan kurangnya ruang belajar.

“Kami sangat berharap jangan ada lagi pihak-pihak yang menghambat upaya revitalisasi sekolah di Batam dengan berbagai alasan,” tegas Muslim. (gas)

Respon Anda?

komentar