Petani di Sei Jeram saat akan mengambil pupuk subsidi yang berada di kantor Kelompok Tani Maju Jaya, Jumat (18/8) kemarin. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bintan Supriyono menyebutkan, kuota pupuk subsidi bagi 310 kelompok tani di Bintan berkurang hampir 50 persen.

Pengurangan karena kabupaten kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tidak menebus atau mengambil pupuk subsidi yang sudah dialokasiakan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Bintan, di tahun 2017 ini tercatat ada sekitar 4798 orang petani di Bintan, dengan kelompok tani sekitar 301 kelompok yang terdiri atas 190 Gapoktan dan 111 KWT.

“Hampir 50 persen berkurangnya dari total pupuk subsidi yang sudah
dialokasikan ke Provinsi Kepri,” katanya.

Ia menjelaskan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menjatah
pupuk subsidi per provinsi, bukan per kabupaten kota. Karena kabupaten
kota lain di provinsi Kepri kurang serapannya membuat alokasi pupuk
subsidi di Kepri di tahun 2017 dikurangi.

“Kurang sebenarnya, padahal penyerapan pupuk subsidi di Bintan tertinggi dari kabupaten kota lain di Kepri. Karena kurang, makanya diajukan penambahan pupuk subsidi
melalui pemerintah provinsi,” sebutnya.

Ditanya jumlah kuota pupuk subsidi yang diterima kelompok petani
Bintan, ia mengaku tidak ingat. Karena banyak pupuk yang diajukan
sesuai Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) masing- masing
kelompok tani. “Ada beberapa seperti NPK dan Urea,” tutur Supriyono.

Supriyono menambahkan, Dinas Pertanian dan Peternakan Bintan sebatas
merekomendasikan kelompok tani untuk mendapatkan pupuk subsidi.
Rekomendasi itu akan ditebuskan ke perusahaan yang ditujuk, dalam hal
ini PT Petro Kimia dan PT Pupuk Iskandar Muda. “Kalau sudah OK, nanti
diambil di gudang,” sebutnya.

Supriyono juga mengingatkan kepada semua pihak agar mengawasi
pendistribusian pupuk subsidi agar benar-benar tepat sasaran dan tepat
guna. Pupuk subsdi juga harus digunakan untuk kebun sendiri, dan
jangan diselewengkan atau diperjualbelikan.

“Jangan sampai (diselewengkan), apalagi banyak petani yang butuh pupuk
subsidi,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Maju Jaya, Suparman mengatakan, pihaknya sudah
mengajukan kuota pupuk subsidi setelah mendapatkan surat rekomendasi
ke Dinas Pertanian dan Peternakan Bintan. Dari RDKK
di kelompoknya, diperlukan pupuk urea sebanyak 2 ribu kilogram, tapi
penebusan yang didapat sekitar 400 kilogram (Kg). Kebutuhan pupuk
SP-36 sekitar 1.000 Kg, kebutuhan NPK sekitar 12.000 Kg, tetapi
didapat sekitar 1.000 Kg, dan ZA sekitar 1.000 Kg dan penebusan yang
didapat sekitar 700 Kg.

“Kurang sebenarnya, tapi segitu yang kami dapatkan,” katanya. Ia berharap, ada penambahan alokasi pupuk subsidi di tingkat petani, sehingga menekan ongkos pertanian. (cr21)

Respon Anda?

komentar