Tak hanya pulsa dan kuota internet, Telkomsel juga punya dompet digital yang berfungsi untuk melakukan pembayaran, pembelian, tabungan, bahkan pengiriman uang. Layanan ini diberi nama Telkomsel Cash yang disingkat T-Cash.

Tak seperti Lebaran sebelum-sebelumnya, tahun ini, Eva Herawati mencoba cara baru untuk transfer uang ke saudaranya. Akhir tahun lalu, guru pembina OSIS SMAN 3 Batam ini sudah terdaftar sebagai pengguna T-Cash, yang ditandai dengan stiker merah bulat yang menempel di telepon pintarnya.

Sebagian keperluan Lebarannya memang selalu didatangkan dari kampung halamannya di Kota Padang. Alasannya lebih murah dan beragam.

“Biasanya lewat ATM atau langsung ke bank, kemarin pas puasa coba pakai T-Cash kirim uang ke kampung untuk keperluan Lebaran. Ternyata cukup mudah, nyampainya juga cepat, seperti ngirim SMS,” katanya, Senin (7/8) lalu.

Bagi Eva menggunakan aplikasi T-Cash sama dengan mobile banking. Bedanya, dia mengaku banyak terbantu dengan aplikasi ini, pasalnya di tengah kesibukannya sebagai pendidik, ia masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa tanpa perlu waktu khusus, yang kadang lama. Jalan ke ATM atau ke bank. “Itu kan butuh waktu juga. Kalau punya T-Cash kan tinggal pencet ponsel kita aja, dimana dan kapan saja,” ujarnya.

Eva pertama kali tahu ada T-Cash saat mendampingi anak didiknya ke acara Loop Kepo Telkomsel di Kepri Mall, tahun lalu, untuk mengikuti kompetisi tari dan musik antarpelajar. “Marketingnya yang nawarin, setelah tanya-tanya saya langsung beli. Ternyata memang banyak kemudahan di dalamnya terutama dalam hal cara membayar,” ujarnya.

Tak hanya transfer uang, T-Cash juga banyak memberi diskon bagi penggunanya. “Kalau jalan ke mal pakai T-cash enak karena dapat diskon. Biasanya saya pakai untuk belanja di KFC. Bayarnya tinggal tempel (tap) aja, dan dapat diskon Rp 10 ribu,” ucapnya lantas tertawa.

Begitu juga dengan pengisian saldonya. Menurut Eva tidak ribet, karena mirip dengan isi pulsa. “Karena saya sudah kenal dan berlangganan, cukup di-WA (WhatsApp) ke marketingnya, dia datang ke sekolah. Nanti bayarnya di sekolah.”
Namun demikian, menurut pemakai Kartu Halo dan SimPATI ini, pemanfaatan T-Cash belum maksimal. Pasalnya, di Batam mitra (merchant) T-Cash belum banyak. “Gak enaknya itu, merchant-nya terbatas,” bebernya.

Itu diakui General Manager Sales Telkomsel Regional Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng), Ihsan. Dikatakannya, saat ini layanan e-money lewat T-cash memang masih menemui beberapa kendala. Seperti transaksi di swalayan mitra (merchant) karena masih terbatas dan masih adanya operator mitra yang belum menguasai cara mengoperasikannya.

“Maka dari itu, selain meningkatkan jumlah mitra, kami juga terus berusaha mengedukasi mitra kami bagaimana menjalankan layanan e-money dengan T-cash,” ujarnya, Senin (7/8) lalu.

T-cash, lanjut Ihsan, merupakan semangat Telkomsel mendukung program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo, dimana pemerintah telah menerapkan cashless society melalui layanan mobile money.

Ihsan mengatakan, dengan T-Cash, pelanggan dapat menggunakan ponsel miliknya selayaknya dompet digital untuk melakukan pembayaran, pembelian hingga beragam penawaran promo menarik dari merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan Telkomsel.

Attlantha Valencia, 16 (kiri), siswi kelas 1 SMK Multi Study High Scholl Batam membeli KFC menggunakan T-Cash di SMK Kartini, Batubatam, Baloi, Sabtu (19/8). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

“T-Cash merupakan solusi Telkomsel untuk mobile money mendukung program pemerintah memasyarakatkan transaksi non tunai dalam mewujudkan cashless society,” ujar Ihsan.

Di Batam sendiri, T-Cash sudah bisa digunakan untuk melakukan pembelian token listrik, bayar tagihan KartuHalo, beli pulsa, beli kuota internet, bayar BPJS, kirim uang ke rekening bank, T-cash to T-cash, belanja di Indomaret dan KFC.

Manager Branch Riau Kepulauan Telkomsel, Agus Pramono, menambahkan T-cash dibuat untuk memaksimalkan layanan kepada pelanggan, sehingga pelanggan Telkomsel memiliki nilai lebih, terutama layanan digital.

“Kalau bicara perkembangan teknologi T-cash di Kepri, memang luar biasa banget. Sekarang Telkomsel justru dominan lebih gedein ini (T-cash),” kata Agus.

Dari awal diluncurkan di Kepri, kata Agus, jumlah pengguna T-cash Juni lalu tumbuh di angka 35-40 persen. “Karena walk in-nya pelanggan di Grapari satu hari aja 200. Praktis itu, bisa dipastikan 50 persennya aktif T-Cash,” ungkap pria kelahiran Magetan ini.

Pria yang sebelumnya ditugaskan di Bengkulu dan Palembang ini, mengatakan bahwa basic life style yang dibutuhkan mitra adalah semua bisa dilakukan secara virtual atau e-money. Dikatakannya pihaknya memang sedang gencar-gencarnya merangkul mitra lokal sehingga pengguna T-Cash bisa memanfaatkannya lebih maksimal.

Ini semua, lanjutnya, untuk meningkatkan layanan di wilayah kerjanya yang kini berjumlah 2.160.000 pelanggan, dimana 70 persennya ada di Batam. “35 persennya adalah pengguna broadband,” bebernya.

Sedangkan untuk menunjang jaringannya sendiri, Agus menyatakan, pihaknya terus menambah tower hingga ke pelosok-pelosok dan pulau terdepan di wilayah kerjanya yang berbatasan dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

“Jumlah tower di Batam 500 tower, kalau di Kepri jumlahnya 905,” kata Agus.*

 

Menabung Digital di T-Wallet

Tak dipungkiri, masyarakat masa kini selalu mencari kemudahan-kemudahan untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Mulai dari belanja, bayar listrik, air bersih, kredit, hingga bayar pajak, kalau bisa dilakukan dengan mudah. Tidak antre, dan tidak ribet.

“Dan yang penting akuntabel, artinya bisa dipertanggungjawabkan,” tukas Khadijah, 33, pekerja kantoran di Batamcentre, Senin (7/8).

Bagi dia, sebisa mungkin aktivitas rutin tersebut tidak mengganggu pekerjaannya. “Kalau bisa dilakukan di sini (menunjuk telepon pintarnya), kan tidak perlu minta izin keluar kantor untuk bayar ini, bayar itu,” jelasnya.

“Kan repot kalau antrenya panjang, bisa seharian hanya untuk itu,” imbuhnya.

Surya, karyawan swasta di bidang telekomunikasi, juga mengakui kenyamanan dan kecanggihan T-Cash. Selain mengisi pulsa dan kuota, Surya mengaku sejak menggunakan T-Cash mengirim uang perjalanan dinas ke anak buahnya cukup melalui T-Cash. “Simpel dan cepat,” katanya.

Sementara itu, Supervisor Broadband & Digital Service Telkomsel Batam, Hendri Gunawan mengatakan pengguna T-Cash di Batam ada 390 ribu. “Dari jumlah tersebut, 26 ribunya pairing dengan sticker tap. Dan yang aktif menggunakan sticker tap untuk melakukan transaksi sebanyak 1.100 user,” ujarnya saat ditemui di Grapari Telkomsel di Batamcentre, Selasa (11/7) lalu.

Pairing merupakan istilah pelanggan yang tidak hanya registrasi T-Cash tapi juga registrasi sticker tap agar bisa transaksi di merchant T-Cash.

T-Cash melekat di nomor pelanggan, meskipun telepon seluler (ponsel)nya jadul, tetap bisa difungsikan. “Dimanapun bisa selagi ada jaringan Telkomselnya,” katanya.

Hendri mengatakan T-Cash ada dua jenis, postpaid dan prepaid. Penguna T-Cash postpaid yaitu pelanggan KartuHalo punya fasilitas full service, yakni bisa transfer, tarik tunai, dan pembayaran, dan pembelian. Maksimal saldonya Rp 10 juta. Maksimal transaksinya Rp 20 juta per bulan.

Untuk bisa transfer uang melalui T-Cash, pengguna harus mengunggah aplikasi T-Wallet, sebuah aplikasi yang berfungsi layaknya dompet digital. Isi saldo bisa lewat T-Wallet, ATM, bisa lewat Grapari langsung. “Jadi, kita punya duit di handphone tapi dalam bentuk digital,” jelas Hendri.

Sedangkan untuk pelanggan yang prepaid, lanjutnya, hanya ada di basic service. Dimana pengguna tidak bisa transfer uang, hanya bisa isi saldo, pembelian, pembayaran, dan maksimum saldonya cuma Rp 1 juta. “Tapi bisa menerima transfer uang dari yang full service,” terangnya.

Namun, kata Hendri, jika pengguna basic service ingin bermigrasi ke full service bisa tanpa harus pindah ke KartuHalo. “Caranya mudah, datang ke Grapari mengisi form sesuai identitas, kalau gak ada SIM ya KTP, yang penting nomor T-Cash yang diregistrasi itu sesuai dengan yang di kartu identitas, bukan identitas abal-abal,” katanya.

Ternyata, meskipun T-Cash menawarkan banyak kemudahan, tidak serta merta bisa langsung diterima oleh semua pelanggan Telkomsel di Batam, terutama di kalangan tua. “Tapi kalau di kalangan anak muda mudah diterima,” kata Hendri.

Pengguna T-Cash tidak hanya bisa cash in (menabung), tapi juga bisa cash out. “Cara untuk menguangkannya (cash out) bisa transfer ke rekening atau datang ke Grapari yang sudah bisa melakukan cash out. Misalnya, kalau kita punya Saldo Rp 500 ribu, Grapari bisa menguangkannya sebesar itu. Gak ada biaya,” jelasnya. (YUSUF HIDAYAT, Batam)

Respon Anda?

komentar