Ahmad Ari Saputra mengoperasikan Compresor Silent di rumahnya Kampung Sumber Rejo Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kepri di Batam beberapa waktu lalu, ternyata telah melahirkan berbagai karya yang punya nilai guna masyarakat maupun dunia usaha di Provinsi Kepri. Salah satunya adalah Compresor Silent hasil cipta, Ahmad Ari Saputra. Penemuan tersebut menggunakan teknologi ramah lingkungan dan hemat energi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD-Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison mengatakan, dari kabar yang diterima pihaknya, inovasi-inovasi unggulan Provinsi Kepri yang dipersiapkan untuk mengikuti Lomba TTG Nasional nanti masuk dalam kategori 10 besar nasional. Salah satu inovasi tersebut adalah Compresor Silent. Disebutkannya, penemun tersebut berasal dari Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Pemprov Kepri tersebut mengatakan, sekarang pihaknya tengah berupaya untuk menjadikan temuan-temuan yang dihasilkan lewat inovasi TGG berguna bagi masyarakat. Bukan hanya Kepri, tetapi bisa jadi di luar luar bisa menggunakannya.

Sejak diberikan amanah membidani program kerja tersebut, Sardison memang bertekad membuat terobosan baru bagi berkembangnya penemuan-penemuan yang sudah ada. Selain bernilai guna, tetapi juga menjadi kekuatan bisnis bagi penemunya.

“Selama ini, kita melihat tidak ada kelanjutannya, apabila telah selesai hajatan TTG. Makanya kita akan kumpulkan para-para inovator yang ada di Kepri dalam sebuah forum,” ujar Sardison disela-sela berbincang dengan Batam Pos, Jumat (18/8) lalu di Tanjungpinang.

Menurutnya, Silent Compressor adalah salah satu calon inovator unggulan yang akan dipersiapkan untuk diutuskan pada TTG Nasional 2017 di Palu, September mendatang. Sekarang ini, sistem seleksi semakin ketat. Karena inovasi yang dihasilkan harus menjadi sebuah produk yang dipasarkan. Dipaparkannya, tim penilai dari pusat akan turun ke Kepri pada 23 Agustus nanti.

“Ini yang sedang kita persiapkan, karena hampir semua karya yang ada belum diproduksi secara massal. Kita punya waktu untuk mempersiapkan itu,” paparnya.

Ketua Ikatan Warga Kuantan Singingi (Iwakusi) Pulau Bintan tersebut juga mengatakan, pihaknya juga mengharapkan peran Posyantek di setiap Kabupaten/Kota. Ditegaskannya, setiap temuan yang punya nilai guna, harus terus diberi ruang. Sehingga bisa meminimalisir penggunaan produk luar negeri.

“Dari Kepri kita akan utus empat peserta. Mudah-mudahan pada TTG Nasional nanti, bisa keluar sebagai juara umum,” harap Sardison

Terpisah, Ahmad Ari Saputra sang penemu Compresor Silent menceritakan tentang asal mula ia membuat penemuan tersebut. Diakuinya, adanya compresor silent memang sudah lama. Hanya saja, penemuan yang dibuat lebih baik lagi dibadingkan dengan yang sudah ada. Bagi tukang air brush tersebut, alat penemuannya itu membuat dirinya bisa bekerja 24 jam tanpa memberikan kebisingan bagi tetangga.

“Silent Compresor inilah kemarin yang menang juara umum di ajang TTG Tingkat Provinsi Kepri di Batam belum lama ini,” ungkap Ari

Menurut Ari, apabila dibandingkan dengan kompresor convensional tentunya akan sangat berbeda. Tetapi dari segi kegunaanya jauh lebih banya. Disela-sela perbincangan, Ari juga menceritakan tentang awal mula dirinya menciptakan alat tersebut. Diakuinya, kompresor silent sebenarnya sudah ada. Hanya saja, peruntukannya terbatas.

“Semua pelaralatan yang digunakan konsepnya adalah ramah lingkungan. Karena latar belakangnya adalah sebagai tukang cat, makanya ingin membuat sebuah terobosan,” paparnya.

Pria yang sehari-hari aktip sebagai karyawan Bintan Service Point (BSP) tersebut mengatakan, untuk menghasilkan Silent Compresor tersebut, ia tidak selesai dalam satu kali percobaan. Dengan kesabaran, ia berhasil menuntaskan inovasi tersebut. Adapun perangkat-perangkat keras yang dibutuhkan adalah barang-barang seperti motor kulkas, tabung prion, sakelar otomatis. Selain itu melengkapi sistem kerja Silent Compressor adalah melengkapi dengan dua unit regulator

“Untuk membuat sebuah Silent Compressor cukup dengan Rp 1,5 juta. Tetapi semua barang-barang yang digunakan adalah bekas,” ungkap Ari.

Dijelaskan Ari, sistem kerjanya sama seperti kulkas. Dari segi anggaran, penggunaan Silent Compressor ini bisa lebih hemat 85 persen dibandingkan dengan Kompresor Konvesnional. Apalagi kekuatan listriknya hanya 90 watt. Untuk teganggan anginnya juga bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. (jpg)

Respon Anda?

komentar