Azmi peserta lomba kicau burung kelas kenari meraih juara satu dalam ajang lomba kicau burung Dabo Singkep, Minggu (28/8) pagi. F Wijaya Satria/Batam Pos
Azmi peserta lomba kicau burung kelas kenari meraih juara satu dalam ajang lomba kicau burung Dabo Singkep, Minggu (28/8) pagi. F Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Memeriahkan HUT ke 72 RI, komunitas pecinta burung di Dabo Singkep menggelar lomba kicau burung pertama kali di Kabupaten Lingga yang digelar di implasmen eks PT Timah, Dabo Singkep, Minggu (20/8) pagi. Sejumlah peserta terbagi mengikuti empat kelas yakni perlombaan love bird, kenari, kacer dan murai batu.

“Selama ini para penghoby burung di Dabo Singkep mengikuti perlombaan di Batam dan Tanjungpinang. Jadi sekarang ini kami mengadakan sendiri untuk menyalurkan hoby,” ujar Adam Muslim ketua panitia perlombaan ketika ditemui di lokasi pertandingan.

Adam menambahkan, saat ini Kabupaten Lingga memiliki potensi burung yang sangat banyak, sehingga penyelenggaraan perlombaan kicau burung ini diharapkan dapat menjadi pemicu pelestarian burung semakin meningkat. Selain itu, lomba kicau burung juga menambah kemeriahan untuk memperingati HUT ke 72 RI.

Pertandingan kicau burung perdana diadakan di Kabupaten Lingga ini sebagai pembuka untuk pertandingan-pertandingan kicau burung lainnya. Walau demikian, sebanyak 44 peserta mengikuti pertandingan kali ini. Kedepan, panitia juga akan melaksanakan pertandingan kicau burung kembali mengingat partisipasi peserta yang mengikuti pertandingan kali ini dinilai baik.

“Sejumlah pecinta burung dari Kabupaten Lingga yang mengikuti perlombaan di luar daerah juga sering meraih juara,” ujar Adam.

Dalam perlombaan kali ini, panitia mengenakan biaya pendaftaran kepada seluruh peserta sesuai dengan kelas burung yang diikuti. Untuk peserta yang mengikuti perlombaan kelas burung love bird dan kenari membayar Rp 20 ribu. Sedangkan untuk kelas kacer dan murai dikenakan biaya pendaftaran Rp 30 ribu.

Azmi salah seorang peserta perlombaan kicau burung kelas kenari mendapat juara satu setelah menyingkirkan sejumlah peserta lainnya dalam pertandingan tersebut. Azmi yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negar (ASN) ini merasa sanang setelah burung pelihataannya tersebut meraih juara satu.

“Tidak ada yang istimewa, saya hanya merawat burung ini seperti biasa. Setiap pagi dijemur, makan pudingnya telur putuh dan sawi putih. Yang penting rasa sayang kepada burung tersebut,” kata Azmi.

Di lokasi, seluruh burung yang tampil mengikuti perlombaan memperdengarkan kicau terbaik namun dewan juri dari Tanjungpinang Budi dan Andre, mengambil tiga terbaik dari setiap kelas yang mengikuti perlombaan. (wsa)

Respon Anda?

komentar